Langsung ke konten utama

Postingan

Memutus Mata Rantai Perundungan: Panduan Holistik Melawan "Lingkaran Setan" Bullying di Era Digital

Perundungan atau bullying telah lama menjadi momok menakutkan yang mengintai ruang-ruang sosial kita. Sayangnya, seiring berkembangnya teknologi, ancaman ini tidak lagi terbatas pada sudut-sudut sepi di halaman sekolah atau koridor kantor, melainkan telah menyusup ke dalam genggaman tangan melalui layar gawai. Artikel ini akan membedah secara mendalam apa itu perundungan, bagaimana dampaknya terhadap psikologis manusia, realitas yang terjadi di Indonesia, serta langkah konkret yang dapat diambil oleh orang tua dan guru untuk mengakhiri siklus destruktif ini. 1. Memahami Anatomi Perundungan ( Bullying ) Perundungan ( bullying ) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan, dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu. Tindakan penindasan ini tidak bersifat tunggal; ia bermanifestasi dalam berbagai bentuk yang da...

TRANSCRANIAL LLLT

Telah diketahui bahwa gangguan depresi terjadi karena adanya permasalahan pada tingkat seluler.   Metabolisme di tingkat seluler, khususnya mitokondria mengalami disfungsi sehingga terjadi produksi yang menggangu metabolisme sel saraf.   Hal ini dikarenakan adanya inflamasi atau pembengkakan pada jaringan saraf.   Proses inflamasi ini menghasilkan protein yang memberikan sinyal kepada sistem kekebalan tubuh.   Proses yang terjadi pada tingkatan seluler ini mempengaruhi kerja pada tingkatan jaringan dan organ.   Baca juga:  VITAMIN B DAN DEPRESI Oleh karena itu permasalahan depresi harus ditangani dengan intervensi yang mampu menjangkau tingkat seluler.   Bagaimana mekanisme metabolisme di tingkat sel diperbaiki sehingga akan berdampak positif di tingkatan jaringan dan organ.   Bahkan pada tingkatan yang komplek, perbaikan di tingkat seluler ini diharapkan dapat memperbaiki sistem kerja organ dan tubuh secara keseluruhan. Salah satu interve...

Dampak Psikologis dan Perilaku akibat Penggunaan Gadget pada Anak dan Remaja: Tantangan Kontemporer dan Strategi Intervensi Orang Tua serta Guru

Ilustrasi kecanduan gadget (Pexels.com/Kampus Production) Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Pendahuluan Kemajuan teknologi dan internet telah mengubah aktivitas dan kegiatan manusia secara drastis. Komunikasi langsung kini berubah menjadi digital. Kemajuan ini telah banyak membantu aktivitas manusia dengan berbagai kemudahan yang diciptakan. Namun, teknologi dan internet memiliki dampak negatif yang tidak dapat dielakkan. Khususnya penggunaan gadget pada anak dan remaja perlu diwaspadai oleh orang tua serta guru. Anak dan remaja memiliki self-regulation (regulasi diri) yang belum matang sehingga rentan terhadap penyalahgunaan gadget yang dapat berakibat kecanduan dan gangguan psikologis. Secara biologis, area otak yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif, pengendalian impuls, dan pembuatan keputusan—yaitu prefrontal cortex—baru berkembang sempurna saat manusia menginjak usia pertengahan dua puluhan (Twenge, 2017). Akibatnya, kelompok usia anak dan remaja cenderung mencari k...

Label "Anak Nakal" atau "Anak Lambat": Membongkar Mitos Tersembunyi di Balik ADHD dan ADD

Ilustrasi anak ADHD (Pexel.com/Ron Lach) Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Dunia pendidikan dan pengasuhan sering kali terjebak dalam generalisasi yang berbahaya. Ketika seorang anak tidak bisa duduk tenang dan terus mengganggu temannya, mereka dengan cepat dicap sebagai "anak nakal" atau penyandang ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder ). Sebaliknya, ketika seorang anak tampak melamun, lambat merespons, dan sering kehilangan fokus, mereka sering kali dilabeli sebagai "anak lambat belajar" ( slow learner ) atau anak yang tidak memiliki motivasi. Namun, tahukah Anda bahwa di balik label-label tersebut, sering kali terdapat gangguan neurobiologis yang nyata dan membutuhkan pendekatan yang sangat berbeda? Artikel ini akan mengupas tuntas kontroversi perbedaan antara ADD (sekarang secara klinis dikategorikan sebagai ADHD Predominantly Inattentive Type ) dan ADHD tipe hiperaktif-impulsif, serta bagaimana salah kaprah dalam mendiagnosis dapat menghancurkan...