“Ini bukan kajian biasa, tapi ruang aman untuk pikiran yang lelah.” Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, banyak orang menjalani hari dengan senyum yang tampak baik-baik saja, sementara batinnya diam-diam kelelahan. Pikiran penuh, emosi mudah naik turun, dan tubuh terasa terus siaga. Kita membaca artikel tentang stres, mencoba berbagai cara untuk menenangkan diri, dan perlahan menyadari satu hal penting: lelah ini nyata, dan kita butuh ruang yang aman untuk memahaminya—bukan untuk dihakimi, apalagi dipaksa kuat. Rangkaian artikel yang telah dibagikan sebelumnya mengajak pembaca melihat stres dari sudut pandang yang lebih utuh. Stres bukan semata persoalan kurang motivasi, tetapi kondisi psikologis dan neurobiologis yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Kita juga diajak mengenal tadarus Al-Qur’an bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai latihan kehadiran penuh yang menenangkan sistem saraf dan membantu regulasi diri. Benang merahnya sederhana namun mendalam: ket...
Agus Syarifudin
Kemajuan teknologi dan internet
telah mengubah aktivitas dan kegiatan manusia secara drastis. Komunikasi langsung kini berubah menjadi
digital. Kemajuan ini telah banyak
membantu aktivitas manusia dengan berbagai kemudahan yang diciptakan. Namun teknologi dan internet memiliki dampak
negatif yang tidak dapat dielakkan. Khususnya penggunaan gadget pada anak dan
remaja perlu diwaspadai oleh orang tua serta guru. Anak dan remaja memiliki self-regulation yang
belum matang sehingga rentan terhadap penyalahgunaan gadget yang dapat
berakibat kecanduan dan gangguan psikologis.
Gadget memiliki dampak negatif
yang perlu diwasapadai. Aplikasi sosial
media di gadget terbukti telah merubah pola hubungan manusia. Kontak sosial langsung tergantikan dengan
like, chat, tampilan visual dan audio di gadget. Hal ini ternyata berdampak
negatif terhadap meningkatnya kecemasan, perasaan sedih dan kesepian. Sementara
itu game telah menggantikan permainan tradisional dan olah raga fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa game
dengan materi kekerasan dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku
pemainnya. Bahkan setelah game dimatikan
perasaan bosan dan perilaku agresif tetap bertahan. Kecemasan pemain game bermateri kekerasan
lebih tinggi dibandingkan yang tidak memainkannya. Oleh karena itu penggunaan gadget yang tidak
terkendali akan mengakibatkan gangguan berpikir, emosional, dan perilaku.
Oleh karena itu, orang tua dan
guru perlu mengawasi dan mendampingi buah hati serta peserta didik dalam
penggunaan gadget. Perlu strategi dalam
mengarahkan anak dan siswa dalam penggunaan gadget yang positif agar diterima
dengan baik oleh mereka.
Komentar
Posting Komentar