“Ini bukan kajian biasa, tapi ruang aman untuk pikiran yang lelah.” Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, banyak orang menjalani hari dengan senyum yang tampak baik-baik saja, sementara batinnya diam-diam kelelahan. Pikiran penuh, emosi mudah naik turun, dan tubuh terasa terus siaga. Kita membaca artikel tentang stres, mencoba berbagai cara untuk menenangkan diri, dan perlahan menyadari satu hal penting: lelah ini nyata, dan kita butuh ruang yang aman untuk memahaminya—bukan untuk dihakimi, apalagi dipaksa kuat. Rangkaian artikel yang telah dibagikan sebelumnya mengajak pembaca melihat stres dari sudut pandang yang lebih utuh. Stres bukan semata persoalan kurang motivasi, tetapi kondisi psikologis dan neurobiologis yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Kita juga diajak mengenal tadarus Al-Qur’an bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai latihan kehadiran penuh yang menenangkan sistem saraf dan membantu regulasi diri. Benang merahnya sederhana namun mendalam: ket...
Agus Syarifudin
Gangguan Pemusatan Perhatian
atau Attention Deficit Disorder (ADD).
Fenomena ADD sebagai salah satu kelompok kesulitan belajar di sekolah
atau kelas sering oleh guru atau pun orang tua mengarah kepada ADHD atau anak
hiperaktif. Atau jika ada anak dengan
gangguan ADD dianggap sebagai anak yang lambat atau slow learner. Berikut ini sekilas pembedaan karakteristik
anak ADD dengan kesulitan belajar lainnya.
.
Perbedaan antara anak ADHD dengan ADD secara umum terlihat
jelas. Secara umum anak ADHD kurang
self-conscious sedangkan anak ADD memiliki self-conscious yang lebih. Kedua kelompok ini mengalami masalah sosial,
namun dengan alasan yang berbeda. Anak
ADHD mengalami masalah sosial karena mengganggu anak lainnya seperti mengambil
barang milik orang lain, gagal dalam menunggu giliran, dan secara umum
bertindak tanpa memikirkan akibatnya serta perasaan orang lain.
Di sisi lain, anak dengan ADD memiliki
masalah sosial karena terlalu pasif, malu, dan menarik diri. Perilaku diam dan respon yang lambat dari
anak ADD cenderung memilki masalah sosial karena diterjemahkan berbeda oleh
orang disekitarnya. Mereka dianggap
berperilaku tidak memiliki minat atau tidak merespon dengan baik. Perilaku ini
sering kali orang salah menangkap bahwa anak ADD diangap sebagai anak lambat
belajar (slow learner). Anak ADHD cenderung ekstrovert sedangkan anak ADD
tidak.
Oleh karena perilaku yang mengganggu,
anak ADHD sering dihukum bahkan dikeluarkan dari sekolah. Anak ADHD sering komorbid dengan conduct
disorder dan agresivitas. Sedangkan anak
ADD lebih menunjukkan pada gangguan internalisasi seperti kecemasan dan
depresi. Bahkan jika tidak menunjukkan
gangguan pada internalisasi, anak ADD cenderung menunjukkan lebih terisolasi di
lingkungannya. Uraian di atas hanya sepintas dari karakteristik dari ADD. Banyak detail lagi yang membedakan anak ADD
dengan ADHD serta kesulitan belajar lainnya.
Komentar
Posting Komentar