Pernahkah Anda merasa pikiran sangat ruwet, pusing memikirkan masa depan, atau merasa capek padahal tidak sedang kerja berat? Rasanya seperti HP jadul yang mulai "lemot" atau macet saat dipakai. Kalau sudah begini, kita jadi gampang marah, sulit konsentrasi, dan sering merasa tidak berdaya. Tahukah Anda? Ternyata otak kita itu mirip seperti mesin. Kalau mesin terus-menerus dipaksa bekerja tanpa dirawat, lama-lama mesinnya akan panas atau overheat . Begitu juga otak kita. Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk "meriset" ulang otak kita supaya kembali segar dan lancar lewat sebuah kegiatan bernama 30-Day Digital Bootcamp Neuro-Husnuzzan . Pelatihan ini akan diadakan pada 17 Mei sampai 17 Juni 2026 . Jangan bayangkan ini seperti sekolah yang membosankan. Kita akan belajar cara merawat otak hanya lewat HP dan pertemuan lewat video di internet (Zoom). Bagaimana caranya memperbaiki otak yang "lemot" tadi? Ada 3 langkah mudah yang akan kita pelajari: 1. Gant...
Agus Syarifudin
Gangguan Pemusatan Perhatian
atau Attention Deficit Disorder (ADD).
Fenomena ADD sebagai salah satu kelompok kesulitan belajar di sekolah
atau kelas sering oleh guru atau pun orang tua mengarah kepada ADHD atau anak
hiperaktif. Atau jika ada anak dengan
gangguan ADD dianggap sebagai anak yang lambat atau slow learner. Berikut ini sekilas pembedaan karakteristik
anak ADD dengan kesulitan belajar lainnya.
.
Perbedaan antara anak ADHD dengan ADD secara umum terlihat
jelas. Secara umum anak ADHD kurang
self-conscious sedangkan anak ADD memiliki self-conscious yang lebih. Kedua kelompok ini mengalami masalah sosial,
namun dengan alasan yang berbeda. Anak
ADHD mengalami masalah sosial karena mengganggu anak lainnya seperti mengambil
barang milik orang lain, gagal dalam menunggu giliran, dan secara umum
bertindak tanpa memikirkan akibatnya serta perasaan orang lain.
Di sisi lain, anak dengan ADD memiliki
masalah sosial karena terlalu pasif, malu, dan menarik diri. Perilaku diam dan respon yang lambat dari
anak ADD cenderung memilki masalah sosial karena diterjemahkan berbeda oleh
orang disekitarnya. Mereka dianggap
berperilaku tidak memiliki minat atau tidak merespon dengan baik. Perilaku ini
sering kali orang salah menangkap bahwa anak ADD diangap sebagai anak lambat
belajar (slow learner). Anak ADHD cenderung ekstrovert sedangkan anak ADD
tidak.
Oleh karena perilaku yang mengganggu,
anak ADHD sering dihukum bahkan dikeluarkan dari sekolah. Anak ADHD sering komorbid dengan conduct
disorder dan agresivitas. Sedangkan anak
ADD lebih menunjukkan pada gangguan internalisasi seperti kecemasan dan
depresi. Bahkan jika tidak menunjukkan
gangguan pada internalisasi, anak ADD cenderung menunjukkan lebih terisolasi di
lingkungannya. Uraian di atas hanya sepintas dari karakteristik dari ADD. Banyak detail lagi yang membedakan anak ADD
dengan ADHD serta kesulitan belajar lainnya.
Komentar
Posting Komentar