Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Banyak orang mengira bekerja dari rumah ( work from home ) atau sistem hybrid adalah anugerah terbesar bagi pekerja di Jabodetabek. Tidak ada lagi drama macet di Sudirman, tidak perlu berdesakan di KRL Commuter Line pagi hari, dan bisa bekerja sambil mengenakan celana piyama. Namun, sebagai seorang pemerhati neurosains dan psikologi, saya ingin melemparkan sebuah kenyataan pahit yang mungkin tidak ingin Anda dengar: Bekerja dari kamar tamu atau meja makan Anda sebenarnya sedang menciptakan "kebakaran" di dalam sirkuit otak Anda yang jauh lebih berbahaya daripada polusi Jakarta. Kebebasan yang Anda rasakan itu semu. Tanpa disadari, dinding rumah Anda kini telah berubah menjadi dinding kantor yang tidak pernah tutup. Inilah yang disebut dengan jebakan boundary blurring atau pengikisan batas antara kehidupan profesional dan personal yang diperparah oleh technostress . Baca artikel lainnya: Burnout pada Generasi Z di Lingkungan Kerja Mod...
Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Tadarus Quran: Solusi Alternatif untuk Burnout yang Terlupakan Stres di tempat kerja dan burnout telah menjadi masalah yang semakin sering kita dengar. Banyak solusi ditawarkan, mulai dari meditasi hingga mindfulness. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa tadarus Quran, sebuah praktik spiritual, bisa menjadi alternatif yang tidak kalah efektif dalam mengatasi tekanan ini? Inilah celah yang jarang diteliti—pengaruh tadarus Quran terhadap otak dan kesejahteraan mental di tempat kerja. Gap penelitian menunjukkan bahwa meskipun meditasi sering disebut sebagai solusi utama untuk mengurangi stres, peran tadarus dalam membantu pekerja melawan burnout hampir tidak pernah dibahas secara ilmiah (Navqi et al., 2020; Tanuarga, 2024; Gorter et al., 1998). Novelty dari artikel ini terletak pada analisis neuropsikologi yang membuktikan bahwa bacaan Quran, yang sering dianggap sebagai ibadah, sebenarnya memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi ...