Langsung ke konten utama

Postingan

Featured post

Capek Terus Bukan Berarti Rajin! Ini 4 Gejala Burnout Fisik yang Sering Dianggap Sepele

    Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Ilustrasi pekerja yang alami burnout Pernah Bangun Tidur Tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Bukan Kurang Tidur "Masih muda kok sudah gampang capek." Kalimat seperti ini mungkin pernah Anda dengar dari rekan kerja, keluarga, bahkan atasan. Di banyak lingkungan kerja, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), rasa lelah sering dianggap sebagai harga yang harus dibayar demi karier. Semakin sibuk seseorang, semakin dianggap produktif. Padahal, tidak semua rasa lelah adalah hal yang normal. Ada kondisi ketika tubuh sebenarnya sedang "berteriak", tetapi kita justru memaksanya untuk terus bekerja. Bangun pagi terasa berat, otot pegal setiap hari, kepala sering nyut-nyutan, dan malam hari sulit tidur meskipun badan sudah sangat lelah. Banyak orang menganggap itu hanya efek lembur atau kurang olahraga. Padahal, bisa jadi tubuh sedang mengalami gejala burnout fisik. Menurut Wo...
Postingan terbaru

Burnout vs Depresi

  Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Ilustrasi burnout   Tidak semua orang yang mengalami burnout mengalami depresi. Namun, tidak sedikit orang yang didiagnosis depresi ternyata awalnya hanya mengira dirinya sedang burnout. Di media sosial, kedua istilah ini sering dipakai secara bergantian. Ketika seseorang kehilangan semangat bekerja, ia mengatakan dirinya burnout. Ketika merasa sedih berkepanjangan, orang lain langsung menyebutnya depresi. Padahal, dalam dunia kesehatan, burnout dan depresi adalah dua kondisi yang berbeda meskipun memiliki sejumlah gejala yang saling tumpang tindih. Bahkan, sejumlah peneliti masih memperdebatkan sejauh mana keduanya saling berkaitan karena beberapa gejala burnout dapat menyerupai depresi, terutama pada fase yang berat. Kesalahan memahami kedua kondisi ini dapat berakibat pada penanganan yang kurang tepat. Ada pekerja yang memutuskan resign karena mengira dirinya mengalami depresi, padahal masalah utamanya adalah burnout akibat li...

Burnout vs Stres: Apa Bedanya?

  Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Ilustrasi burnout Banyak orang mengaku mengalami burnout, padahal sebenarnya mereka hanya sedang stres. Sebaliknya, tidak sedikit yang benar-benar mengalami burnout tetapi menganggapnya sebagai "capek kerja biasa". Kesalahan memahami dua istilah ini bukan sekadar masalah bahasa. Akibatnya bisa serius. Ada orang yang memilih resign karena merasa burnout, padahal ia hanya membutuhkan waktu istirahat beberapa hari. Sebaliknya, ada pula yang terus memaksakan diri bekerja karena mengira dirinya hanya sedang stres, padahal tubuh dan otaknya sudah menunjukkan tanda-tanda burnout. Di media sosial, istilah burnout bahkan sering digunakan untuk menggambarkan semua bentuk kelelahan. Baru lembur beberapa hari disebut burnout. Padahal, menurut World Health Organization (WHO) , burnout memiliki definisi yang jauh lebih spesifik dan tidak dapat disamakan dengan stres biasa. Pendahuluan Bagi pekerja di Jabodetabek, tekanan pekerjaan sering kal...