Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Ilustrasi pekerja yang alami burnout Pernah Bangun Tidur Tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Bukan Kurang Tidur "Masih muda kok sudah gampang capek." Kalimat seperti ini mungkin pernah Anda dengar dari rekan kerja, keluarga, bahkan atasan. Di banyak lingkungan kerja, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), rasa lelah sering dianggap sebagai harga yang harus dibayar demi karier. Semakin sibuk seseorang, semakin dianggap produktif. Padahal, tidak semua rasa lelah adalah hal yang normal. Ada kondisi ketika tubuh sebenarnya sedang "berteriak", tetapi kita justru memaksanya untuk terus bekerja. Bangun pagi terasa berat, otot pegal setiap hari, kepala sering nyut-nyutan, dan malam hari sulit tidur meskipun badan sudah sangat lelah. Banyak orang menganggap itu hanya efek lembur atau kurang olahraga. Padahal, bisa jadi tubuh sedang mengalami gejala burnout fisik. Menurut Wo...
Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Ilustrasi burnout Tidak semua orang yang mengalami burnout mengalami depresi. Namun, tidak sedikit orang yang didiagnosis depresi ternyata awalnya hanya mengira dirinya sedang burnout. Di media sosial, kedua istilah ini sering dipakai secara bergantian. Ketika seseorang kehilangan semangat bekerja, ia mengatakan dirinya burnout. Ketika merasa sedih berkepanjangan, orang lain langsung menyebutnya depresi. Padahal, dalam dunia kesehatan, burnout dan depresi adalah dua kondisi yang berbeda meskipun memiliki sejumlah gejala yang saling tumpang tindih. Bahkan, sejumlah peneliti masih memperdebatkan sejauh mana keduanya saling berkaitan karena beberapa gejala burnout dapat menyerupai depresi, terutama pada fase yang berat. Kesalahan memahami kedua kondisi ini dapat berakibat pada penanganan yang kurang tepat. Ada pekerja yang memutuskan resign karena mengira dirinya mengalami depresi, padahal masalah utamanya adalah burnout akibat li...