Langsung ke konten utama

Postingan

Featured post

Rahasia Mengendalikan Stres Kerja Sebelum Karier Anda Hancur: Temuan Studi 7 Tahun yang Mengubah Pandangan Dunia Psikologi Kerja!

Apakah Anda pernah merasa ingin meledak di tengah rapat karena kritik atasan yang menohok? Atau pernahkah Anda terbangun di tengah malam dengan jantung berdebar, membayangkan tumpukan deadline dan revisi mendadak yang seolah tidak pernah ada habisnya? Jika ya, Anda tidak sendirian. Di era kerja yang serba cepat dan menuntut ini, tekanan terus-menerus datang tanpa henti. Tanpa kita sadari, emosi yang reaktif sering kali mengambil alih, menyebabkan keputusan terburu-buru, komunikasi yang tegang dengan tim, hingga perasaan terkuras ( burnout ) yang menggerogoti produktivitas harian Anda. Namun, bagaimana jika ada sebuah cara teruji untuk menguasai diri, sehingga dalam situasi paling menekan pun Anda tetap bisa tampil tenang, fokus, dan memegang kendali penuh? Pusat Studi & Aplikasi Keilmuan (PSAK) menghadirkan Neuro-Resilience at Work : Pelatihan Regulasi Diri, Reappraisal Kognitif, dan Respons Adaptif di Tempat Kerja. Dan untuk pertama kalinya, pelatihan eksklusif ini ditawa...
Postingan terbaru

Burnout Bukan Cuma Bikin Capek. Penelitian Terbaru Menunjukkan Otak Anda Ikut Berubah

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga "Kalau burnout hanya ada di pikiran, mengapa hasil MRI menunjukkan perubahan pada otak pekerja yang mengalaminya?" Selama bertahun-tahun, burnout sering dianggap sebagai masalah mental yang "dibesar-besarkan". Masih banyak yang beranggapan bahwa seseorang mengalami burnout karena kurang tangguh, terlalu banyak mengeluh, atau tidak mampu menghadapi tekanan kerja. Padahal, temuan neuroscience modern justru menunjukkan hal yang berbeda. Ilustrasi burnout dan gangguan pada otak Burnout bukan sekadar rasa lelah setelah bekerja seharian. Burnout merupakan respons biologis terhadap stres kerja kronis yang berlangsung dalam waktu lama. Penelitian selama dua dekade terakhir menemukan bahwa burnout berkaitan dengan perubahan pada sistem hormon stres, fungsi jaringan otak, kemampuan berpikir, hingga proses pengambilan keputusan. Bahkan beberapa penelitian pencitraan otak (MRI) menunjukkan adanya perubahan pada prefrontal cortex, am...

Sering Bilang 'Capek Kerja'? Jangan-Jangan Itu Burnout. Coba Tes Ini Sebelum Terlambat!

  Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga "Banyak pekerja mengira dirinya hanya kelelahan biasa. Padahal, ketika sadar mengalami burnout, produktivitas, kesehatan, bahkan karier sudah mulai terdampak." Pernah merasa tetap lelah meski sudah tidur cukup? Sulit fokus saat rapat? Mudah tersinggung karena hal kecil? Atau setiap Senin pagi rasanya ingin langsung mengajukan cuti? ilustrasi burnout Sebagian besar orang menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang normal. Kalimat seperti "Namanya juga kerja," atau "Nanti juga hilang sendiri" sering menjadi pembenaran. Padahal, menurut ilmu psikologi kerja dan neuroscience, gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda awal burnout—sebuah kondisi akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola. Jika dibiarkan terlalu lama, burnout bukan hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga memengaruhi fungsi otak, kualitas tidur, kemampuan mengambil keputusan, hingga kesehatan fisik. Masalahnya, burnout berkembang se...