Langsung ke konten utama

PROFIL USAHA



Profil Usaha PSAK

Pusat Studi & Aplikasi Keilmuan (PSAK) merupakan lembaga edukasi, assessment, dan training berbasis riset yang berfokus pada kesehatan mental dan pendidikan. PSAK hadir untuk menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan nyata melalui pendekatan yang berbasis bukti, aplikatif, dan bertanggung jawab.

PSAK telah berdiri dan menjalankan kegiatan usaha sejak Juni 2019, dengan pengalaman yang berkembang dalam bidang riset, pendidikan, penulisan ilmiah dan populer, pengembangan program, komunikasi, serta pendampingan berbagai proyek lintas bidang.

Dalam menjalankan layanan, PSAK menerjemahkan hasil penelitian, literatur, data, dan applied neuroscience menjadi edukasi, assessment sesuai ruang lingkup, serta pelatihan yang memiliki tujuan dan keluaran yang jelas. Layanan PSAK juga mencakup riset dan kajian, academic writing, pengembangan pembelajaran, serta komunikasi dan konten berbasis riset.

Untuk memastikan kegiatan usaha memiliki dasar hukum yang jelas, PSAK telah memperoleh pengesahan pendirian badan hukum Perseroan Perorangan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-A118477.AH.01.30 Tahun 2026, tertanggal 1 September 2026. Keputusan tersebut mengesahkan pendirian badan hukum Perseroan Perorangan Pusat Studi dan Aplikasi Keilmuan yang berkedudukan di Jakarta Timur.

Dengan prinsip integritas, kejelasan batas kompetensi, dan orientasi pada penerapan, PSAK berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi membantu mengubah ilmu menjadi pemahaman dan keterampilan yang dapat digunakan secara nyata.

PSAK — Menghubungkan ilmu dengan kebutuhan nyata.


LOKASI & KONTAK

Jl. Dana Karya No. 13, RT 004/RW 08, Gang Kanguru 2, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13760

Telepon : 08561117579
Email    : pusatstudiaplikasikeilmuan@gmail.com

Postingan populer dari blog ini

Burnout: Penyebab, Gejala, Dampak, Tes, dan Cara Pulih Berdasarkan Neurosains

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Burnout bukan terjadi karena Anda "lemah". Bisa jadi justru karena Anda terlalu kuat bertahan. Di media sosial, kita sering melihat budaya hustle : lembur dianggap dedikasi, selalu online dianggap profesional, dan membalas pesan kantor tengah malam dianggap loyalitas. Akibatnya, banyak pekerja merasa bersalah ketika beristirahat, padahal otaknya sudah memberi sinyal bahaya. Yang ironis, sebagian orang baru menyadari dirinya mengalami burnout ketika tubuh mulai "protes": sulit tidur, mudah marah, kehilangan motivasi, sering lupa, atau merasa lelah meski baru bangun tidur. Padahal, burnout bukan sekadar capek biasa. Menurut World Health Organization, burnout merupakan sindrom akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola, bukan sekadar rasa lelah setelah bekerja. Ilustrasi pekerja yang alami burnout Baca artikel lainnya:  Apa itu Burnout? Pendahuluan Bayangkan seorang karyawan di Jakarta yang setiap hari menghab...

Deteksi Dini Stres dan Depresi

Stres! Itulah yang sering diungkapkan saat pikiran kita kalut atau banyak permasalahan. Namun jika ditelaah lebih lanjut, stres tidak hanya bersifat psikis saja. Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Oleh karena itu, saat tubuh kita merasakan tekanan dari luar baik fisik, psikis, emosi maupun mental maka tubuh dapat memberikan respon. Secara umum pemicu stres atau stressor dapat didefinsikan sebagai segala tantangan yang muncul dari dalam atau luar yang mengganggu internal tubuh kita. Tubuh kita akan merespon stressor yang terlibat dalam berbagai mekanisme fisiologi yang dirancang untuk mengembalikan homeostasis. Homeostasis adalah suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang di alaminya. Baca juga:  VITAMIN B DAN DEPRESI Saat stres datang kesei...

Stres dan Sistem Kekebalan Tubuh

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Saat ini stres menjadi permasalahan utama di perkotaan. Bahkan stres yang berujung kepada depresi menjadi permasalahan serius. Tingginya rutinitas pekerjaan, beban tugas sekolah dan perkuliahan serta komplesitas masalah di perkotaan mendorong berbagai hal menjadi pemicu stres. Jika tidak ditangani dengan baik, maka stres yang berkepanjangan akan mengarah kepada depresi dan gangguan mood. Namun temuan ilmiah terakhir stres juga berkaitan erat dengan fisiologis tubuh dimana dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh atau immune system. Hal ini tidak tertutup kemungkinan menyebabkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Padahal seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh. Banyak ditemukan bahwa penyakit autoimun sepert Lupus, sarkoidosis, vitiligo, hipotiroidisme dimana salah satu pemi...