Langsung ke konten utama

Featured post

Cara Mudah Bikin Otak "Plong" dan Hati Tenang dalam 30 Hari

Pernahkah Anda merasa pikiran sangat ruwet, pusing memikirkan masa depan, atau merasa capek padahal tidak sedang kerja berat? Rasanya seperti HP jadul yang mulai "lemot" atau macet saat dipakai. Kalau sudah begini, kita jadi gampang marah, sulit konsentrasi, dan sering merasa tidak berdaya. Tahukah Anda? Ternyata otak kita itu mirip seperti mesin. Kalau mesin terus-menerus dipaksa bekerja tanpa dirawat, lama-lama mesinnya akan panas atau overheat . Begitu juga otak kita. Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk "meriset" ulang otak kita supaya kembali segar dan lancar lewat sebuah kegiatan bernama 30-Day Digital Bootcamp Neuro-Husnuzzan . Pelatihan ini akan diadakan pada 17 Mei sampai 17 Juni 2026 . Jangan bayangkan ini seperti sekolah yang membosankan. Kita akan belajar cara merawat otak hanya lewat HP dan pertemuan lewat video di internet (Zoom). Bagaimana caranya memperbaiki otak yang "lemot" tadi? Ada 3 langkah mudah yang akan kita pelajari: 1. Gant...

VITAMIN B DAN DEPRESI

Agus Syarifudin 

Solusi masalah depresi dengan pemberian anti depresan, saat ini efektivitasnya mulai diragukan. Anti depresan baru memiliki efek terhadap gejala depresi setelah tiga hingga empat minggu penggunaan. Di sisi lain, pemberian anti-depresan juga memiliki efek samping seperti obesitas, mual, dan lainnya. Sedangkan pemberian vitamin tidak memiliki efek samping.

Penelitian tentang nutrisi menemukan bahwa vitamin dapat digunakan sebagai treatment pendamping bagi penderita depresi. Salah satu vitamin yang memiliki efek positif terhadap penanganan gejala depresi adalah Vitamin B. Vitamin B dibutuhkan untuk memfungsikan silkus metilasi, produksi monoamine oxidase, pembentukan DNA, dan memperbaiki serta mempertahankan fosfolipid.

Dalam ilmu kimia, metilasi menunjukkan penambahan (adisi) suatu gugus metil pada suatu substrat, atau penggantian (substitusi) suatu atom (atau gugus) oleh gugus metil. Metilasi adalah bentuk dari alkilasi, dengan suatu gugus metil, dan bukan rantai karbon panjang, menggantikan sebuah atom hidrogen. Dalam tubuh mahluk hidup, metilasi dicapai oleh enzim; metilasi dapat memodifikasi logam berat, mengatur ekspresi gen, pemrosesan RNA dan fungsi protein. Monoamine Oxidase, suatu enzim yang bertanggung jawab memetabolisme neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, epinefrin dan norepinefrin (NE). Oleh karena itu Vitamin B penting dalam penanganan depresi karena terkait dengan metabolisme dan proses produksi neurotransmitter seperti serotonin, dopamine, epinefrin, dan norepinefrin yang berkaitan dengan mood.

Kekurangan vitamin B dapat mempengaruhi fungsi memori, gangguan kognitif atau berpikir, dan demensia. Gangguan memori dapat terjadi karena kekurangan thiamine (Vitamin B). Pemberian suplemen thiamine selama 6-8 minggu dapat megurangi rasa lelah (fatigue), memperbaiki pola tidur, dan menurunkan gejala depresi. Pemberian Vitamin B6 (pyridoxine, pyridoxal and pyridoxamine) dapat terkait dengan regulasi dari fungsi mental dan suasana hati (mood). Hal tersebut mempengaruhi neurotransmiter dengan mengendalikan depresi, persepsi rasa sakit, dan kecemasan. Di sisi lain, rendahnya kadar Vitamin B12 akan meningkatkan resiko penurunan fungsi berpikir, demensia, Alzheimer dan berhubungan penyusutan otak.

Secara khusus Vitamin B1, B3, B9, B12 adalah penting untuk fungsi saraf dan kekurangan vitamin tersebut maka akan berhubungan dengan depresi. Oleh karena itu pemberian nutrisi Vitamin B penting dalam memperbaiki masalah depresi.

Pemberian vitamin ini dilakukan secara intravenous atau melalui infus. Nutrisi yang penting bagi tubuh dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Pemberian nutrisi atau vitamin melalui pembuluh darah lebih efektif dibandingkan dengan pemberian secara oral atau diminum. Tingkat penyerapan nutrisi atau vitamin lebih baik. Di sisi lain, efektivitas pemberian secara intravenous menjadi lebih baik karena langsung diserap oeh organ atau jaringan melalui pembuluh darah. Hal ini tidak melewati sistem pencernaan sebagaimana jika dilakukan dengan oral atau diminum.

Salah satu klinik yang menangani depresi di Jakarta dan menggunakan terapi Vitamin B adalaj Klinik Biosel Belmont.  Pelayanan terapi nutrien secara intravenous untuk permasalahan depresi. Pemberian terapi ini dilakukan dalam pengawasasan dokter. Perbaikan kondisi dengan pemberian terapi nutrisi atau vitamin ini akan diawasi oleh dokter. Pemberian terapi ini juga hanya pada waktu yang relatif singkat sehingga tidak menjadi ketergantungan terhadap treatment yang dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Neuroleadership: Mengelola Tim dengan Kecerdasan Otak

  Foto: Pexels Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Pernahkah Anda merasa bahwa beberapa pemimpin dapat membaca suasana hati tim mereka dengan sangat baik? Atau bahwa mereka mampu menyelesaikan masalah dengan efisien meskipun berada di bawah tekanan tinggi? Kunci dari kemampuan ini mungkin terletak pada bagaimana pemimpin memahami dan memanfaatkan otak mereka. Konsep neuroleadership, yang mengintegrasikan temuan neuroscience ke dalam kepemimpinan, memberi kita wawasan penting tentang bagaimana pemahaman terhadap fungsi otak, khususnya prefrontal cortex dan sistem neuron cermin, dapat meningkatkan kolaborasi, empati, dan kemampuan kepemimpinan dalam lingkungan kerja yang dinamis, termasuk di sektor pendidikan. Salah satu komponen utama dalam neuroleadership adalah pemahaman terhadap prefrontal cortex , bagian otak yang terlibat dalam pengambilan keputusan, pengaturan emosi, dan pemecahan masalah. Di dunia kerja yang penuh dengan tekanan waktu dan tantangan yang terus berkembang, ke...

Overthinking: Kecanduan Otak yang Jarang Disadari!

Ilustrasi overthinking (Pexels.com) Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Pernahkah Rekan PSAKmerasa terjebak dalam pusaran pikiran yang tak berujung? Memutar ulang percakapan, menganalisis skenario terburuk, atau merenungkan keputusan masa lalu hingga larut malam? Jika ya, Rekan PSAK tidak sendirian. Fenomena ini, yang sering kita sebut overthinking , umumnya dianggap sebagai kebiasaan atau sifat bawaan. Padahal, dari kacamata neuropsikologi, overthinking bisa jadi adalah sesuatu yang jauh lebih kompleks: sebuah bentuk kecanduan otak . Overthinking dan Sirkuit Otak: Sebuah Pola Kompulsif Sebagai seorang neuropsikolog yang telah mendalami pola pikir manusia selama lebih dari satu dekade, saya melihat overthinking bukan sekadar "terlalu banyak berpikir." Ini adalah pola pikir kompulsif yang memiliki jejak biologis kuat di otak. Pusat dari "kecanduan" ini adalah sebuah jaringan otak yang disebut Default Mode Network (DMN) . DMN adalah sirkuit otak yang aktif...