Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga
Penelitian tentang nutrisi menemukan bahwa vitamin dapat digunakan sebagai treatment pendamping bagi penderita depresi. Salah satu vitamin yang memiliki efek positif terhadap penanganan gejala depresi adalah Vitamin B. Vitamin B dibutuhkan untuk memfungsikan silkus metilasi, produksi monoamine oxidase, pembentukan DNA, dan memperbaiki serta mempertahankan fosfolipid.
Baca juga: Stres dan Sistem Kekebalan Tubuh
Vitamin B dan Mood.
Dalam ilmu kimia, metilasi menunjukkan penambahan (adisi) suatu gugus metil pada suatu substrat, atau penggantian (substitusi) suatu atom (atau gugus) oleh gugus metil. Metilasi adalah bentuk dari alkilasi, dengan suatu gugus metil, dan bukan rantai karbon panjang, menggantikan sebuah atom hidrogen. Dalam tubuh mahluk hidup, metilasi dicapai oleh enzim; metilasi dapat memodifikasi logam berat, mengatur ekspresi gen, pemrosesan RNA dan fungsi protein. Monoamine Oxidase, suatu enzim yang bertanggung jawab memetabolisme neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, epinefrin dan norepinefrin (NE). Oleh karena itu Vitamin B penting dalam penanganan depresi karena terkait dengan metabolisme dan proses produksi neurotransmitter seperti serotonin, dopamine, epinefrin, dan norepinefrin yang berkaitan dengan mood.
Baca juga: MEMAHAMI STRES DI SAAT PANDEMI CORONA
Kekurangan vitamin B dapat mempengaruhi fungsi memori, gangguan kognitif atau berpikir, dan demensia. Gangguan memori dapat terjadi karena kekurangan thiamine (Vitamin B). Pemberian suplemen thiamine selama 6-8 minggu dapat megurangi rasa lelah (fatigue), memperbaiki pola tidur, dan menurunkan gejala depresi. Pemberian Vitamin B6 (pyridoxine, pyridoxal and pyridoxamine) dapat terkait dengan regulasi dari fungsi mental dan suasana hati (mood). Hal tersebut mempengaruhi neurotransmiter dengan mengendalikan depresi, persepsi rasa sakit, dan kecemasan. Di sisi lain, rendahnya kadar Vitamin B12 akan meningkatkan resiko penurunan fungsi berpikir, demensia, Alzheimer dan berhubungan penyusutan otak.
Baca juga: Deteksi Dini Stres dan Depresi
Dalam ilmu kimia, metilasi menunjukkan penambahan (adisi) suatu gugus metil pada suatu substrat, atau penggantian (substitusi) suatu atom (atau gugus) oleh gugus metil. Metilasi adalah bentuk dari alkilasi, dengan suatu gugus metil, dan bukan rantai karbon panjang, menggantikan sebuah atom hidrogen. Dalam tubuh mahluk hidup, metilasi dicapai oleh enzim; metilasi dapat memodifikasi logam berat, mengatur ekspresi gen, pemrosesan RNA dan fungsi protein. Monoamine Oxidase, suatu enzim yang bertanggung jawab memetabolisme neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, epinefrin dan norepinefrin (NE). Oleh karena itu Vitamin B penting dalam penanganan depresi karena terkait dengan metabolisme dan proses produksi neurotransmitter seperti serotonin, dopamine, epinefrin, dan norepinefrin yang berkaitan dengan mood.
Baca juga: MEMAHAMI STRES DI SAAT PANDEMI CORONA
Kekurangan vitamin B dapat mempengaruhi fungsi memori, gangguan kognitif atau berpikir, dan demensia. Gangguan memori dapat terjadi karena kekurangan thiamine (Vitamin B). Pemberian suplemen thiamine selama 6-8 minggu dapat megurangi rasa lelah (fatigue), memperbaiki pola tidur, dan menurunkan gejala depresi. Pemberian Vitamin B6 (pyridoxine, pyridoxal and pyridoxamine) dapat terkait dengan regulasi dari fungsi mental dan suasana hati (mood). Hal tersebut mempengaruhi neurotransmiter dengan mengendalikan depresi, persepsi rasa sakit, dan kecemasan. Di sisi lain, rendahnya kadar Vitamin B12 akan meningkatkan resiko penurunan fungsi berpikir, demensia, Alzheimer dan berhubungan penyusutan otak.
Baca juga: Deteksi Dini Stres dan Depresi
Vitamin B dan Depresi
Secara khusus Vitamin B1, B3, B9, B12 adalah penting untuk fungsi saraf dan kekurangan vitamin tersebut maka akan berhubungan dengan depresi. Oleh karena itu pemberian nutrisi Vitamin B penting dalam memperbaiki masalah depresi.
Pemberian vitamin ini dilakukan secara intravenous atau melalui infus. Nutrisi yang penting bagi tubuh dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Pemberian nutrisi atau vitamin melalui pembuluh darah lebih efektif dibandingkan dengan pemberian secara oral atau diminum. Tingkat penyerapan nutrisi atau vitamin lebih baik. Di sisi lain, efektivitas pemberian secara intravenous menjadi lebih baik karena langsung diserap oeh organ atau jaringan melalui pembuluh darah. Hal ini tidak melewati sistem pencernaan sebagaimana jika dilakukan dengan oral atau diminum.
Baca juga: Stres dari Perspektif Psychoneuroimmunology
Referensi
Secara khusus Vitamin B1, B3, B9, B12 adalah penting untuk fungsi saraf dan kekurangan vitamin tersebut maka akan berhubungan dengan depresi. Oleh karena itu pemberian nutrisi Vitamin B penting dalam memperbaiki masalah depresi.
Pemberian vitamin ini dilakukan secara intravenous atau melalui infus. Nutrisi yang penting bagi tubuh dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Pemberian nutrisi atau vitamin melalui pembuluh darah lebih efektif dibandingkan dengan pemberian secara oral atau diminum. Tingkat penyerapan nutrisi atau vitamin lebih baik. Di sisi lain, efektivitas pemberian secara intravenous menjadi lebih baik karena langsung diserap oeh organ atau jaringan melalui pembuluh darah. Hal ini tidak melewati sistem pencernaan sebagaimana jika dilakukan dengan oral atau diminum.
Baca juga: Stres dari Perspektif Psychoneuroimmunology
Referensi
Tao, Y., Wu, M., Su, B., Lin, H., Li, Q., Zhong, T., ... & Yu, X. (2025). Impact of Vitamin B1 and Vitamin B2 Supplementation on Anxiety, Stress, and Sleep Quality: A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial. Nutrients, 17(11), 1821. https://www.mdpi.com/2072-6643/17/11/1821
Lewis, J. E., Tiozzo, E., Melillo, A. B., Leonard, S., Chen, L., Mendez, A., ... & Konefal, J. (2013). The effect of methylated vitamin B complex on depressive and anxiety symptoms and quality of life in adults with depression. International Scholarly Research Notices, 2013(1), 621453. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1155/2013/621453
Young, L. M., Pipingas, A., White, D. J., Gauci, S., & Scholey, A. (2019). A systematic review and meta-analysis of B vitamin supplementation on depressive symptoms, anxiety, and stress: Effects on healthy and ‘at-risk’individuals. Nutrients, 11(9), 2232. https://www.mdpi.com/2072-6643/11/9/2232
Durrani, D., Idrees, R., Idrees, H., & Ellahi, A. (2022). Vitamin B6: A new approach to lowering anxiety, and depression?. Annals of medicine and surgery, 82, 104663. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2049080122014236
Komentar
Posting Komentar