Langsung ke konten utama

Featured post

Webinar Healing dengan Al-Qur’an: Ruang Aman untuk Pikiran yang Lelah

“Ini bukan kajian biasa, tapi ruang aman untuk pikiran yang lelah.” Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, banyak orang menjalani hari dengan senyum yang tampak baik-baik saja, sementara batinnya diam-diam kelelahan. Pikiran penuh, emosi mudah naik turun, dan tubuh terasa terus siaga. Kita membaca artikel tentang stres, mencoba berbagai cara untuk menenangkan diri, dan perlahan menyadari satu hal penting: lelah ini nyata, dan kita butuh ruang yang aman untuk memahaminya—bukan untuk dihakimi, apalagi dipaksa kuat. Rangkaian artikel yang telah dibagikan sebelumnya mengajak pembaca melihat stres dari sudut pandang yang lebih utuh. Stres bukan semata persoalan kurang motivasi, tetapi kondisi psikologis dan neurobiologis yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Kita juga diajak mengenal tadarus Al-Qur’an bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai latihan kehadiran penuh yang menenangkan sistem saraf dan membantu regulasi diri. Benang merahnya sederhana namun mendalam: ket...

TRANSCRANIAL LLLT


Telah diketahui bahwa gangguan depresi terjadi karena adanya permasalahan pada tingkat seluler.  Metabolisme di tingkat seluler, khususnya mitokondria mengalami disfungsi sehingga terjadi produksi yang menggangu metabolisme sel saraf.  Hal ini dikarenakan adanya inflamasi atau pembengkakan pada jaringan saraf.  Proses inflamasi ini menghasilkan protein yang memberikan sinyal kepada sistem kekebalan tubuh.  Proses yang terjadi pada tingkatan seluler ini mempengaruhi kerja pada tingkatan jaringan dan organ. 

Oleh karena itu permasalahan depresi harus ditangani dengan intervensi yang mampu menjangkau tingkat seluler.  Bagaimana mekanisme metabolisme di tingkat sel diperbaiki sehingga akan berdampak positif di tingkatan jaringan dan organ.  Bahkan pada tingkatan yang komplek, perbaikan di tingkat seluler ini diharapkan dapat memperbaiki sistem kerja organ dan tubuh secara keseluruhan.
Salah satu intervensi depresi adalah dengan menggunakan laser dengan intensitas rendah (low laser light therapy / LLT).  Terapi ini prinsipnya adalah menggunakan cahaya untuk memperbaiki metabolisme tubuh.  Sudah kita ketahui bahwa cahaya matahari memiliki dampak positif pada tubuh bahkan tingkatan sel.  Hal inilah yang dijadikan dasar bagaimana radiasi cahaya digunakan untuk memperbaiki jaringan ataupun organ yang memiliki masalah. Prinsip iniliah yang disebut dengan 

Photobiomodulation. 
Pemberian cahaya dalam bentuk photobiomodulation adalah kunci perubahan fisiologi. Hal ini terjadi dengan meningkatkan sekresi atau pengeluaran protein (sitokines) yang bersifat anti inflamasi.  Pemberian paparan cahaya tersebut juga menurunkan kadar sekresi protein yang memperburuk inflamasi.  Hal tersebut juga menurunkan tingkatan apoptosis. 

Pada tingkatan jaringan, aliran darah menjadi meningkat.  Aliran darah menjadi lancar, yang pada akhirnya memperbaiki metabolisme di tingkat jaringan.  Di sisi lain, pemberian cahaya akan menurunkan pengeluaran cairan limfatik. Kedua hal ini akan meningkatkan proses metabolisme di jaringan yang menekan pembentukan oedema (pembengkakan karena carian limfatik).  Oedema disebut juga sembab, yaitu meningkatnya volume cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler (cairan interstitium) yang disertai dengan penimbunan cairan abnormal dalam sela-sela jaringan dan rongga serosa (jaringan ikat longgar dan rongga-rongga badan). Oedema dapat bersifat setempat (lokal) dan umum (general).Pada akhirnya proses penyembuhan terjadi melalui proses angiogenesis, migrasi sel, dan pembentukan kolagen.  Angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah baru dalam tubuh manusia, dan merupakan proses alamiah yang berperan penting dalam penyembuhan luka dan reproduksi.

Penelitian yang dilakukan oleh Schiffer dan kawan-kawan (2009) menunjukkan pemberian sinar laser memperbaiki pasien dengan depresi berat serta kecemasan.  Pemberian LLT pada 10 pasein selama 4 menit setelah dua minggu menurunkan skala depresi sebanyak 10 poin (23,9 menjadi 13,2).  Meskipun pemberian LLT setelah 4 minggu, simptomp depresi tersebut mulai menghilang. 

Gangguan atau masalah kesehatan yang dapat menerima treatment photobiomodulation atau LLLT.  Untuk gangguan psikiatrik antara lain adalah depresi berat, gagasan untuk bunuh diri, kecemasan akut, kecanduan, post traumatic stress disorder, dan insomnia.  Photobiomodulation adalah salah satu alternatif untuk permasalahan gangguan di otak.  Sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar efektif dalam menangani masalah traumatic brain injury dan anti depressan.  Penggunaan obat terbukti memberikan efek samping bagi pengguna. 

DAFTAR PUSTAKA
Hamblin, M.R. (2016). Photobiomodulation for the brain: has the light dawned? Biochemical Society, Desember 2016; 24-28.

Schiffer, F., Johnston, A.L., Ravichandran, C., Polcari, A., Teicher, M.H., Webb, R.H., & Hamblin, M.R. Psychological benefits 2 and 4 weeks after a single treatment with near infrared light to the forehead: a pilot study of 10 patients with major depression and anxiety. Behav Brain Funct, 5, 46 (2009).


Komentar