Langsung ke konten utama

Featured post

Webinar Healing dengan Al-Qur’an: Ruang Aman untuk Pikiran yang Lelah

“Ini bukan kajian biasa, tapi ruang aman untuk pikiran yang lelah.” Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, banyak orang menjalani hari dengan senyum yang tampak baik-baik saja, sementara batinnya diam-diam kelelahan. Pikiran penuh, emosi mudah naik turun, dan tubuh terasa terus siaga. Kita membaca artikel tentang stres, mencoba berbagai cara untuk menenangkan diri, dan perlahan menyadari satu hal penting: lelah ini nyata, dan kita butuh ruang yang aman untuk memahaminya—bukan untuk dihakimi, apalagi dipaksa kuat. Rangkaian artikel yang telah dibagikan sebelumnya mengajak pembaca melihat stres dari sudut pandang yang lebih utuh. Stres bukan semata persoalan kurang motivasi, tetapi kondisi psikologis dan neurobiologis yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Kita juga diajak mengenal tadarus Al-Qur’an bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai latihan kehadiran penuh yang menenangkan sistem saraf dan membantu regulasi diri. Benang merahnya sederhana namun mendalam: ket...

Gelisah, Frustasi, dan Murung? Hati-hati, Tanda Stres Kronis Menyerang Otak Anda!

 

Gelisah, frustasi, dan murung adalah ciri stres kronis yang perlu diwaspadai

Sobat PSAK, pernahkah merasa gelisah tanpa sebab, mudah marah, dan murung berhari-hari? Hati-hati, bisa jadi itu adalah tanda stres kronis yang menyerang otak kita!

Stres memang tak terelakkan dalam hidup. Tapi, tahukah Sobat PSAK bahwa stres kronis dapat merusak struktur dan fungsi otak kita?

Otak Anda Berteriak Saat Stres Kronis Menyerang!

Bayangkan otak Sobat PSAK sebagai komputer. Saat kita merasa stres, otak mengeluarkan hormon stres seperti kortisol. Hormon ini pada awalnya membantu kita untuk mengatasi situasi stres.

Namun, jika stres berkepanjangan, kortisol ibarat virus yang menyerang otak kita. Kortisol dapat merusak hippocampus, bagian otak yang bertanggung jawab atas memori dan pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan bahkan depresi. Di mana jika hal ini terjadi dan berkepanjangan, akan menurunkan produktivitas kerja serta berperilaku destruktif.

Ciri-ciri Otak Sedang Berontak Melawan Stres Kronis:

  • Gelisah: Merasa tidak bisa diam, selalu ingin bergerak, dan sulit untuk fokus.
  • Frustasi: Mudah marah, kesal, dan jengkel terhadap hal-hal kecil.
  • Murung: Merasa sedih, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya Anda sukai, dan sulit untuk merasa bahagia.
  • Mudah marah: Mudah kesal dan marah terhadap hal-hal kecil.

Huns Al Zahn: Menenangkan Otak dengan Bersangka Baik

Salah satu cara untuk mengatasi stres kronis dan menenangkan otak adalah dengan Huns Al Zahn. Huns Al Zahn adalah teknik relaksasi yang berfokus pada bersangka baik kepada Allah SWT.

Praktikkan Huns Al Zahn, Sobat PSAK akan dapat membantu otak untuk:

  • Melepaskan hormon stres
  • Meningkatkan produksi hormon bahagia (serotonin)
  • Menenangkan pikiran dan tubuh
  • Meningkatkan kualitas tidur

Temukan Kedamaian Batin dengan Huns Al Zahn

Ingin tahu lebih banyak tentang Huns Al Zahn dan bagaimana cara mempraktikkannya? Dapatkan pembahasan lengkapnya dalam buku MENEMUKAN KEDAMAIAN BATIN: Terapi Spiritual Islami dengan Huns Al Zahn, Sholat, dan Tadarus Quran karya Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga.

Buku ini membahas tentang:

  • Apa itu Huns Al Zahn dan manfaatnya
  • Bagaimana cara mempraktikkan Huns Al Zahn
  • Tips-tips untuk menenangkan pikiran dan tubuh

Buku MENEMUKAN KEDAMAIAN BATIN: Terapi Spiritual Islami dengan Huns Al Zahn, Sholat, dan Tadarus Quran akan segera diluncurkan pada akhir September 2024. Sobat PSAK dapat melakukan pre-order dengan menghubungi email pusatstudiaplikasikeilmuan@gmail.com.

Jangan biarkan stres kronis merusak otak dan hidup Sobat PSAK. Ambil langkah sekarang untuk menemukan kedamaian batin dengan Huns Al Zahn!

Sobat PSAK, ingatlah bahwa tidak sendirian. Stres kronis adalah masalah yang umum terjadi. Melalui pengetahuan dan langkah yang tepat, Sobat dapat mengatasinya dan mencapai hidup yang lebih bahagia dan sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stop Salahkan 'Lupa' atau 'Gak Fokus'! Otak Anda Cuma Keracunan Hormon Stres!

  Ilustrasi stres (Pexels.com) Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Pernah merasa otak macet di tengah deadline ? Atau tiba-tiba lupa nama rekan kerja padahal baru ngobrol semenit yang lalu? Jangan langsung vonis diri Rekan PSAK pikun dini atau kurang minum kopi. Bisa jadi, ini adalah ulah kortisol , hormon stres utama yang, kalau kadarnya ketinggian, bisa bikin fungsi otak Rekan PSAK amburadul! Kita sering menganggap stres hanya sebatas "perasaan," tapi sebenarnya stres itu punya jejak kimiawi di tubuh kita. Dan salah satu pemain utamanya adalah kortisol. Hormon ini sering dijuluki "hormon stres," tapi sebenarnya dia punya banyak peran penting lain, seperti mengatur metabolisme, tekanan darah, bahkan sistem kekebalan tubuh. Masalahnya muncul ketika kortisol dilepaskan secara berlebihan dan terus-menerus. Kortisol: Pahlawan atau Pengkhianat? Bayangkan kortisol sebagai alarm darurat tubuh Rekan PSAK. Ketika Rekan PSAK menghadapi situasi yang dianggap berbahaya...

Stres Bikin Kamu Jadi Psikopat? Kenapa Otakmu Membenci Kolaborasi Saat Tertekan!

Ilustrasi kolaborasi (Pexels.com)   Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Pernahkah Rekan PSAK merasa lebih cepat marah, susah memahami perasaan orang lain, atau bahkan malas berinteraksi saat deadline menumpuk atau hidup lagi ribet-ribetnya? Jangan khawatir, Rekan PSAK tidak sendiri. Fenomena ini bukan karena Rekan PSAK tiba-tiba jadi jahat, melainkan ada drama besar yang sedang dimainkan di dalam otak Rekan PSAK. Ya, kita akan bedah dari kacamata neurosains bagaimana stres bisa bikin empati dan kemampuan kolaborasi kita terjun bebas, serta kenapa membangun koneksi sosial itu justru jadi "tameng" paling ampuh. Artikel ini sangat relevan untuk dinamika tim di tempat kerja Rekan PSAK! Saat Stres Menyerang: Kenapa Kita Jadi "Egois"? Bayangkan ini: Rekan PSAK sedang dikejar deadline pekerjaan atau menghadapi masalah pribadi yang berat. Tiba-tiba, rekan kerja Rekan PSAK datang dengan cerita masalahnya. Respon pertama Rekan PSAK? Mungkin bukan simpati mendalam, me...

Webinar Healing dengan Al-Qur’an: Ruang Aman untuk Pikiran yang Lelah

“Ini bukan kajian biasa, tapi ruang aman untuk pikiran yang lelah.” Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, banyak orang menjalani hari dengan senyum yang tampak baik-baik saja, sementara batinnya diam-diam kelelahan. Pikiran penuh, emosi mudah naik turun, dan tubuh terasa terus siaga. Kita membaca artikel tentang stres, mencoba berbagai cara untuk menenangkan diri, dan perlahan menyadari satu hal penting: lelah ini nyata, dan kita butuh ruang yang aman untuk memahaminya—bukan untuk dihakimi, apalagi dipaksa kuat. Rangkaian artikel yang telah dibagikan sebelumnya mengajak pembaca melihat stres dari sudut pandang yang lebih utuh. Stres bukan semata persoalan kurang motivasi, tetapi kondisi psikologis dan neurobiologis yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Kita juga diajak mengenal tadarus Al-Qur’an bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai latihan kehadiran penuh yang menenangkan sistem saraf dan membantu regulasi diri. Benang merahnya sederhana namun mendalam: ket...