Langsung ke konten utama

Gelisah, Frustasi, dan Murung? Hati-hati, Tanda Stres Kronis Menyerang Otak Anda!

 

Gelisah, frustasi, dan murung adalah ciri stres kronis yang perlu diwaspadai

Sobat PSAK, pernahkah merasa gelisah tanpa sebab, mudah marah, dan murung berhari-hari? Hati-hati, bisa jadi itu adalah tanda stres kronis yang menyerang otak kita!

Stres memang tak terelakkan dalam hidup. Tapi, tahukah Sobat PSAK bahwa stres kronis dapat merusak struktur dan fungsi otak kita?

Otak Anda Berteriak Saat Stres Kronis Menyerang!

Bayangkan otak Sobat PSAK sebagai komputer. Saat kita merasa stres, otak mengeluarkan hormon stres seperti kortisol. Hormon ini pada awalnya membantu kita untuk mengatasi situasi stres.

Namun, jika stres berkepanjangan, kortisol ibarat virus yang menyerang otak kita. Kortisol dapat merusak hippocampus, bagian otak yang bertanggung jawab atas memori dan pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan bahkan depresi. Di mana jika hal ini terjadi dan berkepanjangan, akan menurunkan produktivitas kerja serta berperilaku destruktif

Baca juga: Stres Kronis Mengancam Kecerdasan? Waspada Kekhawatiran Terus-menerus!.

Ciri-ciri Otak Sedang Berontak Melawan Stres Kronis:

  • Gelisah: Merasa tidak bisa diam, selalu ingin bergerak, dan sulit untuk fokus.
  • Frustasi: Mudah marah, kesal, dan jengkel terhadap hal-hal kecil.
  • Murung: Merasa sedih, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya Anda sukai, dan sulit untuk merasa bahagia.

  • Mudah marah: Mudah kesal dan marah terhadap hal-hal kecil.
Huns Al Zahn: Menenangkan Otak dengan Bersangka Baik

Salah satu cara untuk mengatasi stres kronis dan menenangkan otak adalah dengan Huns Al Zahn. Huns Al Zahn adalah teknik relaksasi yang berfokus pada bersangka baik kepada Allah SWT.

Praktikkan Huns Al Zahn, Sobat PSAK akan dapat membantu otak untuk:

  • Melepaskan hormon stres
  • Meningkatkan produksi hormon bahagia (serotonin)
  • Menenangkan pikiran dan tubuh
  • Meningkatkan kualitas tidur

Baca juga: Stres Bikin Otak Berantakan? Tadarus Quran Solusinya!

Temukan Kedamaian Batin dengan Huns Al Zahn

Ingin tahu lebih banyak tentang Huns Al Zahn dan bagaimana cara mempraktikkannya? Dapatkan pembahasan lengkapnya dalam buku MENEMUKAN KEDAMAIAN BATIN: Terapi Spiritual Islami dengan Huns Al Zahn, Sholat, dan Tadarus Quran karya Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga.

Buku ini membahas tentang:

  • Apa itu Huns Al Zahn dan manfaatnya
  • Bagaimana cara mempraktikkan Huns Al Zahn
  • Tips-tips untuk menenangkan pikiran dan tubuh

Baca juga: Stres Normal? Siapa Takut! Tapi Waspadai Dampak Negatifnya, Sobat PSAK!

Buku MENEMUKAN KEDAMAIAN BATIN: Terapi Spiritual Islami dengan Huns Al Zahn, Sholat, dan Tadarus Quran akan segera diluncurkan pada akhir September 2024. Sobat PSAK dapat melakukan pre-order dengan menghubungi email pusatstudiaplikasikeilmuan@gmail.com.

Jangan biarkan stres kronis merusak otak dan hidup Sobat PSAK. Ambil langkah sekarang untuk menemukan kedamaian batin dengan Huns Al Zahn!

Sobat PSAK, ingatlah bahwa tidak sendirian. Stres kronis adalah masalah yang umum terjadi. Melalui pengetahuan dan langkah yang tepat, Sobat dapat mengatasinya dan mencapai hidup yang lebih bahagia dan sehat.

Baca juga: Stres Bisa Menurunkan Produktivitas: Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat

Referensi


Tanuarga, A.S.P. (2024). Rahasia taklukkan stres: Neuropsikologi husnuzzan, sholat dan tadarus quran. Pusat Studi dan Aplikasi Keilmuan. https://www.academia.edu/145827172/Tadarus_Quran_dan_Kesehatan_Mental_Pendekatan_Neurosains_untuk_Reduksi_Stres_Kronis


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Burnout: Penyebab, Gejala, Dampak, Tes, dan Cara Pulih Berdasarkan Neurosains

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Burnout bukan terjadi karena Anda "lemah". Bisa jadi justru karena Anda terlalu kuat bertahan. Di media sosial, kita sering melihat budaya hustle : lembur dianggap dedikasi, selalu online dianggap profesional, dan membalas pesan kantor tengah malam dianggap loyalitas. Akibatnya, banyak pekerja merasa bersalah ketika beristirahat, padahal otaknya sudah memberi sinyal bahaya. Yang ironis, sebagian orang baru menyadari dirinya mengalami burnout ketika tubuh mulai "protes": sulit tidur, mudah marah, kehilangan motivasi, sering lupa, atau merasa lelah meski baru bangun tidur. Padahal, burnout bukan sekadar capek biasa. Menurut World Health Organization, burnout merupakan sindrom akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola, bukan sekadar rasa lelah setelah bekerja. Ilustrasi pekerja yang alami burnout Baca artikel lainnya:  Apa itu Burnout? Pendahuluan Bayangkan seorang karyawan di Jakarta yang setiap hari menghab...

Deteksi Dini Stres dan Depresi

Stres! Itulah yang sering diungkapkan saat pikiran kita kalut atau banyak permasalahan. Namun jika ditelaah lebih lanjut, stres tidak hanya bersifat psikis saja. Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Oleh karena itu, saat tubuh kita merasakan tekanan dari luar baik fisik, psikis, emosi maupun mental maka tubuh dapat memberikan respon. Secara umum pemicu stres atau stressor dapat didefinsikan sebagai segala tantangan yang muncul dari dalam atau luar yang mengganggu internal tubuh kita. Tubuh kita akan merespon stressor yang terlibat dalam berbagai mekanisme fisiologi yang dirancang untuk mengembalikan homeostasis. Homeostasis adalah suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang di alaminya. Baca juga:  VITAMIN B DAN DEPRESI Saat stres datang kesei...

Stres dan Sistem Kekebalan Tubuh

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Saat ini stres menjadi permasalahan utama di perkotaan. Bahkan stres yang berujung kepada depresi menjadi permasalahan serius. Tingginya rutinitas pekerjaan, beban tugas sekolah dan perkuliahan serta komplesitas masalah di perkotaan mendorong berbagai hal menjadi pemicu stres. Jika tidak ditangani dengan baik, maka stres yang berkepanjangan akan mengarah kepada depresi dan gangguan mood. Namun temuan ilmiah terakhir stres juga berkaitan erat dengan fisiologis tubuh dimana dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh atau immune system. Hal ini tidak tertutup kemungkinan menyebabkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Padahal seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh. Banyak ditemukan bahwa penyakit autoimun sepert Lupus, sarkoidosis, vitiligo, hipotiroidisme dimana salah satu pemi...