Ilustrasi anak ADHD (Pexel.com/Ron Lach) Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Dunia pendidikan dan pengasuhan sering kali terjebak dalam generalisasi yang berbahaya. Ketika seorang anak tidak bisa duduk tenang dan terus mengganggu temannya, mereka dengan cepat dicap sebagai "anak nakal" atau penyandang ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder ). Sebaliknya, ketika seorang anak tampak melamun, lambat merespons, dan sering kehilangan fokus, mereka sering kali dilabeli sebagai "anak lambat belajar" ( slow learner ) atau anak yang tidak memiliki motivasi. Namun, tahukah Anda bahwa di balik label-label tersebut, sering kali terdapat gangguan neurobiologis yang nyata dan membutuhkan pendekatan yang sangat berbeda? Artikel ini akan mengupas tuntas kontroversi perbedaan antara ADD (sekarang secara klinis dikategorikan sebagai ADHD Predominantly Inattentive Type ) dan ADHD tipe hiperaktif-impulsif, serta bagaimana salah kaprah dalam mendiagnosis dapat menghancurkan...
Research, Publication, and Community Development for Better Wellbeing and Quality of Life