Langsung ke konten utama

Overthinking Tiap Malam? Saatnya Petakan Isi Kepalamu Bareng MindMap Me

 Jam dua pagi, mata sudah berat, tapi kepala malah memutar ulang obrolan tadi siang. "Kok aku ngomong gitu, ya?" "Bagaimana kalau besok semuanya berantakan?" Kalau skenario ini terasa familiar, kamu tidak sendirian.

Banyak dari kita sadar ada yang tidak beres, entah itu overthinking, gampang meledak, atau capek tanpa alasan jelas. Masalahnya, mau cek ke psikolog terasa ribet. Antrean poli bisa sebulan, satu sesi di biro bisa Rp400 ribu, jadwalnya bentrok sama kuliah atau kerja, dan belum lagi takut dicap "aneh" sama orang sekitar. Akhirnya kita cuma scroll konten self-healing dan berharap semuanya beres sendiri.


Kenalan dengan MindMap Me

MindMap Me adalah layanan tes profil neuropsikologis online dari Pusat Studi dan Aplikasi Keilmuan (PSAK). Tagline-nya simpel: Know yourself, easily move forward.

Konsepnya seperti Google Maps untuk isi kepalamu. Sebelum mencari jalan keluar, kamu perlu tahu dulu posisimu sekarang. Kamu mengerjakan tes dari HP atau laptop, di kamar sendiri, kapan pun sempat. Hasilnya dibaca oleh psikolog berizin, lalu dituangkan dalam surat hasil tes yang personal, bukan nasihat umum ala quotes motivasi.

MindMap Me cocok untuk kamu yang sering overthinking, stres, cemas, merasa sedih berkepanjangan, atau sudah pernah konseling tapi masih merasa "belum paham diri sendiri". Layanan ini juga bisa dipakai keluarga atau caregiver yang ingin memahami kondisi orang tersayang dengan cara yang lebih konkret.

9 Aspek Diri, Dipetakan dengan 7 Alat Ukur Ilmiah

Ini bukan kuis "kamu tipe karakter anime yang mana". MindMap Me memakai alat ukur yang dikembangkan dari publikasi ilmiah internasional.

Aspek yang dipetakan

Alat ukur

Yang kamu pahami

Depresi, kecemasan, stres

DASS-42

Seberapa berat ketiganya, dibaca terpisah karena mirip tapi tidak sama

Distorsi kognitif

CD-Quest

15 pola pikir yang menjebak, misalnya "kalau gagal sekali berarti gagal selamanya" atau merasa tahu isi pikiran orang

Impulsivitas

BIS-R-21

Kecenderungan bertindak sebelum berpikir: kognitif, perilaku, dan rasa bosan atau gelisah

Fungsi eksekutif

DEX Self-Report

Kemampuan "CEO" di otakmu: kontrol diri, perencanaan, fleksibilitas, dan fokus

Self-regulation

Self-Regulation Questionnaire

Kemampuan menetapkan tujuan, konsisten, dan belajar dari kesalahan

Self-concept

AF5

Cara kamu memandang diri dari sisi akademik/kerja, sosial, emosi, keluarga, dan fisik

Self-awareness

SAOQ

Seberapa reflektif kamu, cara menerima diri dan orang lain, serta beban emosional dari kesadaran diri

Karena semua aspek saling terhubung, hasilnya terbaca sebagai satu peta utuh. Misalnya, kamu bisa melihat bagaimana pola pikir "bagaimana jika" ikut mendorong tingkat kecemasanmu.

Dibaca oleh Psikolog Berizin, Bukan Robot

Skor tanpa penjelasan cuma angka. Karena itu, setiap hasil MindMap Me ditangani psikolog PSAK yang memiliki izin praktik (SIPP/SILP) dan berpengalaman dalam asesmen, konseling, serta psikoedukasi anak, remaja, dan dewasa:

  • Nadira Ajeng Rahmawati, S.Psi., Psikolog
  • Rizkyana Nurasmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog
  • M. Sulthon, S.Psi., M.Psi., Psi. (psikolog klinis)
  • Kristanti Widiastari, S.Psi., M.Psi., Psi.
  • Ayu Paramita Antari, S.Psi., M.Psi., Psikolog (psikolog klinis)
  • Nur Avia Tasman, M.Psi., Psikolog (psikolog klinis dan Psikologi Industri/Organisasi)

Perlu diingat, MindMap Me memberi profil diri, bukan label diagnosis. Kalau hasilnya menunjukkan kamu butuh penanganan lanjutan, psikolog akan membantu mengarahkan ke rujukan yang tepat.

Cara Kerjanya: 4 Langkah, Tanpa Antre

  1. Hubungi admin dan pilih paket. Chat WhatsApp 0812-1811-9180 untuk membuat perjanjian.
  2. Kerjakan tes online. Jawab dengan jujur dan santai. Tidak ada jawaban benar atau salah.
  3. Terima surat hasil tes. Isinya profil 9 aspek dirimu, ditandatangani psikolog.
  4. Sesi konseling (opsional). Bahas hasilnya langsung bersama psikolog secara online.

Setelahnya, kamu bisa bilang: "Aku tahu pola diriku, aku paham pemicu emosiku, dan aku punya bahan konkret untuk ngobrol dengan keluarga." Semua jawaban dan hasil tesmu bersifat rahasia.

Pilih Paketmu

Harganya dibuat ramah kantong mahasiswa dan first jobber, tanpa mengurangi kualitas.

Paket

Harga

Yang kamu dapat

Cocok untuk

MindMap Me Basic

Rp99K

Tes online + surat hasil tes yang ditandatangani psikolog

Kamu yang ingin melihat peta dirimu dulu

MindMap Me Talk 30

Rp275K

Tes online + surat hasil tes + konseling 30 menit

Kamu yang ingin dibantu memahami arti hasilnya

MindMap Me Talk 60

Rp375K

Tes online + surat hasil tes + konseling 60 menit

Kamu yang ingin membahas lebih dalam dan menyusun strategi personal

Bingung pilih yang mana? Kalau baru pertama kali, paket Rp99K sudah cukup sebagai langkah awal. Kalau ingin langsung ngobrol dan pulang dengan rencana konkret, paket konseling 60 menit memberi ruang paling lega.

Siap Memetakan Dirimu?

Mengenali diri sendiri bukan tanda lemah. Itu langkah paling berani untuk bergerak maju. Kamu tidak perlu menunggu semuanya terasa "parah" dulu untuk mulai peduli pada kesehatan mentalmu.

Buat perjanjian dan info lebih lanjut: WhatsApp 0812-1811-9180

MindMap Me oleh Pusat Studi dan Aplikasi Keilmuan (PSAK). Know yourself, easily move forward.

Catatan: MindMap Me bukan layanan darurat. Jika kamu atau orang terdekat sedang dalam krisis atau terpikir menyakiti diri, segera hubungi layanan darurat 119 atau datang ke IGD terdekat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Burnout: Penyebab, Gejala, Dampak, Tes, dan Cara Pulih Berdasarkan Neurosains

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Burnout bukan terjadi karena Anda "lemah". Bisa jadi justru karena Anda terlalu kuat bertahan. Di media sosial, kita sering melihat budaya hustle : lembur dianggap dedikasi, selalu online dianggap profesional, dan membalas pesan kantor tengah malam dianggap loyalitas. Akibatnya, banyak pekerja merasa bersalah ketika beristirahat, padahal otaknya sudah memberi sinyal bahaya. Yang ironis, sebagian orang baru menyadari dirinya mengalami burnout ketika tubuh mulai "protes": sulit tidur, mudah marah, kehilangan motivasi, sering lupa, atau merasa lelah meski baru bangun tidur. Padahal, burnout bukan sekadar capek biasa. Menurut World Health Organization, burnout merupakan sindrom akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola, bukan sekadar rasa lelah setelah bekerja. Ilustrasi pekerja yang alami burnout Baca artikel lainnya:  Apa itu Burnout? Pendahuluan Bayangkan seorang karyawan di Jakarta yang setiap hari menghab...

Deteksi Dini Stres dan Depresi

Stres! Itulah yang sering diungkapkan saat pikiran kita kalut atau banyak permasalahan. Namun jika ditelaah lebih lanjut, stres tidak hanya bersifat psikis saja. Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Oleh karena itu, saat tubuh kita merasakan tekanan dari luar baik fisik, psikis, emosi maupun mental maka tubuh dapat memberikan respon. Secara umum pemicu stres atau stressor dapat didefinsikan sebagai segala tantangan yang muncul dari dalam atau luar yang mengganggu internal tubuh kita. Tubuh kita akan merespon stressor yang terlibat dalam berbagai mekanisme fisiologi yang dirancang untuk mengembalikan homeostasis. Homeostasis adalah suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang di alaminya. Baca juga:  VITAMIN B DAN DEPRESI Saat stres datang kesei...

Stres dan Sistem Kekebalan Tubuh

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Saat ini stres menjadi permasalahan utama di perkotaan. Bahkan stres yang berujung kepada depresi menjadi permasalahan serius. Tingginya rutinitas pekerjaan, beban tugas sekolah dan perkuliahan serta komplesitas masalah di perkotaan mendorong berbagai hal menjadi pemicu stres. Jika tidak ditangani dengan baik, maka stres yang berkepanjangan akan mengarah kepada depresi dan gangguan mood. Namun temuan ilmiah terakhir stres juga berkaitan erat dengan fisiologis tubuh dimana dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh atau immune system. Hal ini tidak tertutup kemungkinan menyebabkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Padahal seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh. Banyak ditemukan bahwa penyakit autoimun sepert Lupus, sarkoidosis, vitiligo, hipotiroidisme dimana salah satu pemi...