“Bagaimana jika ibadah yang kamu lakukan selama ini ternyata sedang melatih otakmu?” Pertanyaan ini mungkin terdengar mengejutkan. Selama ini, tadarus Al-Qur’an sering kita pahami sebagai aktivitas ibadah murni—membaca, melafalkan, dan mengejar pahala. Namun di tengah meningkatnya isu kesehatan mental, muncul kesadaran baru: praktik spiritual ternyata memiliki dampak nyata terhadap cara kerja otak dan kestabilan emosi. Artinya, tadarus bukan hanya menenangkan hati secara spiritual, tetapi juga bekerja secara biologis pada sistem saraf manusia. Generasi modern hidup dalam tekanan yang kompleks. Informasi datang tanpa henti, tuntutan produktivitas terus meningkat, dan ruang jeda semakin sempit. Tidak heran jika fokus mudah buyar, emosi sulit dikendalikan, dan pikiran kerap dipenuhi overthinking. Banyak orang mencari terapi melalui berbagai metode, namun sering kali melupakan satu praktik yang sudah lama ada dan dekat dengan keseharian umat Muslim: membaca Al-Qur’an dengan kesadaran pen...
Deteksi Dini Gangguan Belajar oleh Orang Tua Sobat PSAK, ada deteksi dini kesulitan belajar yang dapat dilakukan orang tua di rumah. Deteksi dini ini dilakukan khususnya saat anak memasuki usia Sekolah Dasar (SD) pada usia kelas awal (1-3 SD), Ilustrasi anak sedang belajar (Foto: Olia Danilevich, Pexels) Berikut ini hal yang perlu orang tua amati dari perilaku anak, khususnya kemampuan belajar pada tingkat kelas awal (1-3 SD): 1. Amati kemampuan membacanya a. Apakah sudah mampu mengenal huruf dan angka? b. Apakah ketika membaca kata-kata ada yang huruf salah atau sudah lancar? c. Sudahkah mampu memaknai kata-kata dan kalimat sederhana dari yang dia baca? d. Bagaimana kemampuan membacanya, apakah lancar, mengeja, atau tidak mampu membaca sama sekali. 2. Amati kemampuan men...