Langsung ke konten utama

Featured post

Webinar Healing dengan Al-Qur’an: Ruang Aman untuk Pikiran yang Lelah

“Ini bukan kajian biasa, tapi ruang aman untuk pikiran yang lelah.” Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, banyak orang menjalani hari dengan senyum yang tampak baik-baik saja, sementara batinnya diam-diam kelelahan. Pikiran penuh, emosi mudah naik turun, dan tubuh terasa terus siaga. Kita membaca artikel tentang stres, mencoba berbagai cara untuk menenangkan diri, dan perlahan menyadari satu hal penting: lelah ini nyata, dan kita butuh ruang yang aman untuk memahaminya—bukan untuk dihakimi, apalagi dipaksa kuat. Rangkaian artikel yang telah dibagikan sebelumnya mengajak pembaca melihat stres dari sudut pandang yang lebih utuh. Stres bukan semata persoalan kurang motivasi, tetapi kondisi psikologis dan neurobiologis yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku. Kita juga diajak mengenal tadarus Al-Qur’an bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai latihan kehadiran penuh yang menenangkan sistem saraf dan membantu regulasi diri. Benang merahnya sederhana namun mendalam: ket...

Mengukur “Game Intelligence” dalam Dunia Kerja

 

Foto: Pexels


Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga



Pernahkah Anda mendengar tentang "game intelligence" di dunia olahraga? Istilah ini merujuk pada kemampuan atlet untuk membuat keputusan cepat, mengelola tekanan, dan beradaptasi dengan situasi yang berubah-ubah dalam permainan. Tapi, tahukah Anda bahwa kemampuan ini juga dapat diterapkan dalam dunia kerja, terutama dalam mencari calon pemimpin yang unggul dalam pengambilan keputusan yang cepat dan fleksibel? Terinspirasi oleh metodologi penilaian fungsi eksekutif pada atlet elit, artikel ini mengusulkan pendekatan serupa untuk menilai calon pemimpin di dunia profesional.

Dalam dunia olahraga, terutama sepak bola, keberhasilan seorang pemain tidak hanya bergantung pada keterampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan kognitif yang mendalam. Studi tentang pemain sepak bola elit menunjukkan bahwa fungsi eksekutif—seperti kreativitas, fleksibilitas kognitif, dan penghambatan respons—memprediksi kinerja mereka di lapangan. Pemain yang memiliki "game intelligence" yang tinggi dapat dengan cepat mengubah strategi, mengingat berbagai kemungkinan, dan menyesuaikan tindakan mereka sesuai dengan situasi yang berkembang. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga menggunakan kemampuan otak untuk mengevaluasi pilihan dan mengambil keputusan yang efektif dalam waktu singkat.

Penerapan konsep ini dalam dunia kerja sangat relevan, terutama dalam mencari pemimpin yang dapat mengelola tugas yang kompleks, beradaptasi dengan cepat, dan membuat keputusan yang terinformasi meskipun berada di bawah tekanan. Seperti halnya pemain sepak bola yang dapat memprediksi langkah selanjutnya dalam permainan, pemimpin di dunia bisnis juga harus mampu membaca situasi yang berkembang dan merespons dengan keputusan yang tepat.

Menggunakan pendekatan neuropsikologi untuk mengidentifikasi kemampuan "game intelligence" dalam pemimpin potensial dapat dilakukan melalui tes-tes yang mengukur fungsi eksekutif mereka. Tes seperti "Design Fluency" dan tes lainnya yang mengukur kemampuan memori kerja, inhibisi, serta kreativitas dan fleksibilitas kognitif dapat membantu menilai kemampuan seseorang dalam menangani multi-tasking dan pengambilan keputusan yang cepat. Hasil dari tes ini tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis atau IQ seseorang, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang mengelola informasi yang terbatas dan menavigasi tantangan dalam konteks sosial dan profesional.

Namun, penerapan metode ini dalam perekrutan dan penilaian pemimpin di dunia kerja dapat memunculkan kontroversi. Banyak yang berpendapat bahwa terlalu fokus pada tes kognitif bisa mengabaikan faktor-faktor lain seperti kemampuan interpersonal atau budaya organisasi. Apakah kita terlalu mengedepankan kemampuan otak dan mengabaikan keterampilan sosial yang juga penting dalam kepemimpinan? Beberapa kritikus mungkin melihatnya sebagai pendekatan yang terlalu sempit. Meskipun demikian, kemampuan untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat tetap menjadi salah satu indikator utama dalam kesuksesan seorang pemimpin dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan.

Pendekatan ini, yang sebelumnya diterapkan untuk mengevaluasi pemain olahraga, membuka jalan baru dalam mengevaluasi pemimpin di dunia kerja. Dengan menggabungkan ilmu kognitif dan neuropsikologi, perusahaan dapat lebih objektif dalam menilai calon pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga unggul dalam pengambilan keputusan yang fleksibel dan cepat, yang sangat dibutuhkan dalam dunia yang dinamis ini.

Referensi:

Vestberg, T., Gustafson, R., Maurex, L., Ingvar, M., & Petrovic, P. (2012). Executive functions predict the success of top-soccer players. PLoS ONE, 7(4), e34731. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0034731


Komentar