Langsung ke konten utama

Featured post

Cara Mudah Bikin Otak "Plong" dan Hati Tenang dalam 30 Hari

Pernahkah Anda merasa pikiran sangat ruwet, pusing memikirkan masa depan, atau merasa capek padahal tidak sedang kerja berat? Rasanya seperti HP jadul yang mulai "lemot" atau macet saat dipakai. Kalau sudah begini, kita jadi gampang marah, sulit konsentrasi, dan sering merasa tidak berdaya. Tahukah Anda? Ternyata otak kita itu mirip seperti mesin. Kalau mesin terus-menerus dipaksa bekerja tanpa dirawat, lama-lama mesinnya akan panas atau overheat . Begitu juga otak kita. Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk "meriset" ulang otak kita supaya kembali segar dan lancar lewat sebuah kegiatan bernama 30-Day Digital Bootcamp Neuro-Husnuzzan . Pelatihan ini akan diadakan pada 17 Mei sampai 17 Juni 2026 . Jangan bayangkan ini seperti sekolah yang membosankan. Kita akan belajar cara merawat otak hanya lewat HP dan pertemuan lewat video di internet (Zoom). Bagaimana caranya memperbaiki otak yang "lemot" tadi? Ada 3 langkah mudah yang akan kita pelajari: 1. Gant...

KENALI GEJALA STRES AKIBAT PANDEMI CORONA SEBELUM TERLAMBAT

Cemas, takut, dan khawatir adalah beberapa gejala stres yang diakibatkan karena tekanan psikologis dan sosial

Pandemi Corona atau covid-19 telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan individu dan masyarakat di seluruh dunia.  Duh, serem ya..ternyata efek dari pademi ini nggak masalah flue aja.  Ada dampak lain yang juga hebat lho.  Dampak tersebut adalah gangguan mental  atau kejiwaan. 

Pandemi corona terbukti telah mampu menimbulkan efek pada kekacauan tata kelola pikiran, perasaan, dan perlaku individu lho.  Hal ini terjadi di dalam dan luar negeri Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.  Banyak rentetan kejadian menyedihkan dimana corona merenggut nyawa orang sehat yang terdampak pandemi.  Ya, mereka mengalami gangguan mental hebat sehingga melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan mengancam nyawa.  Mereka melakukan perilaku yang tidak normatif dan cendrung destruktif.  Sedih ya...

Berikut adalah beberapa temuan gangguan kesehatan mental akibat pandemi corona:

1. Remaja Inggris bunuh diri
Emily Owen adalah seorang remaja asal Inggris berusia 18 tahun dan bekerja sebagai pelayan.  Ia meninggal karena bunuh diri dan tertekan selama menjalani masa isolasi dan pembatasan aktivitas fisik demi mencegah penularan infeksi virus Corona Covid-19. Beberapa hari sebelumnya Owen sudah memperingatkan keluarga bahwa dia tidak tahan dengan dunia yang sempit, rencana-rencana gagal, dan terjebak di dalam rumah (Halidi, & Efendi, 30 Maret 2020).


2. Kasus bunuh diri di Bali karena PHK akibat pandemi corona.
I Made Juniawan, 34 tahun, nekat mengakhiri hidup dengan jalan pintas dengan gantung diri, Kamis, 2 April 2020. Juniawan ditemukan menggantung dirinya di kamar oleh istrinya tercinta, Kadek, 26 tahun. Sedih ya pasti istrinya.  Sampai  teriak keras lho si Kadek, hingga warga berdatangan ke rumah mereka akibat mendengarnya! Hal ini ditulis oleh editor Jawa Pos Radar Bali, Mustofa (2 April 2020). Juniawan mengakhiri hidupnya karena di PHK dari tempat kerjanya sebagai penjaga villa di Cangu, Kuta Utara, provinsi Bali.  Akibat pandemi corona memukul dunia pariwasata, dengan menurunnya jumlah wisatawan dan pergerakan manusia lintas negara.  Akibatnya tingkat okupasi hotel pun turun drastis. Banyak karyawan yang dirumahkan bajkan di PHK.

3. Pasien gangguan jiwa yang meningkat tajam di India akibat lock down.
Kebijakan lock down dari pemerintah India ternyata berdampak hebat pada meningkatnya pasien gangguan jiwa lho!  Hal ini diceritakan oleh reporter Pikiran-Rakyat.com, Maula (7 April 2020).  Kasus bunuh diri yang terjadi di India setelah kebijakan lock down di ambil jadi naik Mas Bro dan Sis! Serem kan! Gimana nih PSBB yang dilakukan di Indonesia? Semoga nggak kaya di India ya! Namun, ternyata kejadian bunuh diri ini karena mayoritas yang melakukan tindakan tersebut adalah pecandu narkoba dan alkohol.  Mereka kesulitan untuk memperoleh zat adiktif akibat pembatasan yang dilakukan.  Kondisi stres dan depresi, berupa gangguan parah yang terjadi di neurokimia di otak akibat adiksi serta pemutusan yang mendadak kecanduan dari alkohol dan narkotika tersebut, menyebabkan mereka mengambil jalan pintas dari penderitaan yang dialami dengan mengakhiri hidup.

4. Kasus bunuh diri driver taksi online karena sepi penumpang.
Buntut wabah virus corona (Covid-19), seorang sopir taksi online bernama Juna Lismi (33 tahun) nekat mengakhiri hidupnya. Sedih bangat Mas Bro dan Sis...Nyawa korban melayang karena gantung diri. Aksi nekat korban dilakukan di kebun yang terletak di Lilinggir, RT 02/06, Cipayung, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Senin 6 April 2020. Sebenarnya anak korban sempat melihat gerak-gerik aneh ayahnya sebelum melakukan aksi tersebut. Menurut liputan dari Ansyari dan Simbolon, (7 April 2020), korban telah dua bulan tidak menarik taksi online.  Korban mengalami perubahan perilaku setelah didatangi seorang pria yang menagih tunggakan cicilan kendaraannya  di mana digunakan untuk taksi online.

Oleh karenanya perlu kita ketahui sejak dini gejala stres hingga tidak menjadi komplek seperti kasus di atas.  Deteksi dini penting dilakukan, khususnya untuk mengetahui gejala-gejala yang dialami.  Gejala ini tidak hanya pikiran perasaan dan perilaku saja lho. Tapi bagaimana kondisi fisik juga dapat terlihat seseorang mengalami stres berat atau tidak.

Nah, untuk lebih meyakinkan lagi terkait informasi gejala stres, ikutan yuk ke web seminar (webinar) atau seminar online yang gretong dengan nama Ngabuburit Kajian Ramadhan, Rabu, 29 April 2020, jam 15.30-17.30 WIB bertema Kenali Gejala Stres Akibat Pandemi Corona.  Adapun pemateri acara ini adalah Aa Agus Syarifudin, beliau adalah Direktur Eksekutif sekaligus peneliti utama Pusat Studi dan Aplikasi Keilmuan, dan Akang Firman Rismanto, seorang psikolog klinis. Untuk informasi dan konfirmasi dapat menghubungi Andy (081382143979) dan registrasi online dapat mengisi formulir di https://bit.ly/34YtSDY. (Agus/Pusat Studi dan Aplikasi Keilmuan)

Referensi

Ansyari, S. &  Simbolon, F.P. (7 April 2020). Tak kerja karena wabah corona, sopir taksi online gantung diri. Vivanews.com. Diakses dari   https://www.vivanews.com/berita/metro/44275-tak-kerja-karena-wabah-corona-sopir-taksi-online-gantung-diri?medium=autonext pada 24 April 2020.

Halidi, R. & Efendi, A. (30 Maret 2020). Tercatat ada 3 kasus bunuh diri terkait covid-19, psikolog ungkap sebabnya. Suara.com. Diakses dari https://www.suara.com/lifestyle/2020/03/30/191726/tercatat-ada-3-kasus-bunuh-diri-terkait-covid-19-psikolog-papar-sebabnya pada 24 April 2020.

Maulaa, M.R. (7 April 2020). Akibat virus corona, angka bunuh diri dan pasien sakit jiwa di india melonjak tajam. Pikiran-Rakyat.com. Diakses dari https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01362201/akibat-virus-corona-angka-bunuh-diri-dan-pasien-sakit-jiwa-di-india-melonjak-tajam  pada 24 April 2020.

Mustofa, A. (2 April 2020). Kena PHK gara-gara corona, warga dalung ditemukan tewas gantung diri: Polisi temukan surat PHK di saku celana. Jawa Pos Radar Bali. Diakses dari https://radarbali.jawapos.com/read/2020/04/03/187094/kena-phk-gara-gara-corona-warga-dalung-ditemukan-tewas-gantung-diri pada 24 April 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Bikin Otak "Plong" dan Hati Tenang dalam 30 Hari

Pernahkah Anda merasa pikiran sangat ruwet, pusing memikirkan masa depan, atau merasa capek padahal tidak sedang kerja berat? Rasanya seperti HP jadul yang mulai "lemot" atau macet saat dipakai. Kalau sudah begini, kita jadi gampang marah, sulit konsentrasi, dan sering merasa tidak berdaya. Tahukah Anda? Ternyata otak kita itu mirip seperti mesin. Kalau mesin terus-menerus dipaksa bekerja tanpa dirawat, lama-lama mesinnya akan panas atau overheat . Begitu juga otak kita. Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk "meriset" ulang otak kita supaya kembali segar dan lancar lewat sebuah kegiatan bernama 30-Day Digital Bootcamp Neuro-Husnuzzan . Pelatihan ini akan diadakan pada 17 Mei sampai 17 Juni 2026 . Jangan bayangkan ini seperti sekolah yang membosankan. Kita akan belajar cara merawat otak hanya lewat HP dan pertemuan lewat video di internet (Zoom). Bagaimana caranya memperbaiki otak yang "lemot" tadi? Ada 3 langkah mudah yang akan kita pelajari: 1. Gant...