Langsung ke konten utama

Featured post

Work From Home Bisa Merusak Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Neurosainsnya

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Banyak orang mengira bekerja dari rumah ( work from home ) atau sistem hybrid adalah anugerah terbesar bagi pekerja di Jabodetabek. Tidak ada lagi drama macet di Sudirman, tidak perlu berdesakan di KRL Commuter Line pagi hari, dan bisa bekerja sambil mengenakan celana piyama. Namun, sebagai seorang pemerhati neurosains dan psikologi, saya ingin melemparkan sebuah kenyataan pahit yang mungkin tidak ingin Anda dengar: Bekerja dari kamar tamu atau meja makan Anda sebenarnya sedang menciptakan "kebakaran" di dalam sirkuit otak Anda yang jauh lebih berbahaya daripada polusi Jakarta. Kebebasan yang Anda rasakan itu semu. Tanpa disadari, dinding rumah Anda kini telah berubah menjadi dinding kantor yang tidak pernah tutup. Inilah yang disebut dengan jebakan boundary blurring atau pengikisan batas antara kehidupan profesional dan personal yang diperparah oleh technostress . Baca artikel lainnya:  Burnout pada Generasi Z di Lingkungan Kerja Mod...

Megasistem Dalam Tubuh Manusia Dalam Perspektif Sains dan Ilmu Pengetahuan Alam, Humaniora, dan Kesehatan.


Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di bumi jika menyitir dari semua kitab agama yang ada.  Kitab yang mengajarkan bagaimana tata kelola kendalian perilaku manusia dalam setiap.  Kitab-kitab yang mengajarkan kedamaian dan pencapaian kesempurnaan dalam berpikir, mengolah perasaan, dan berperilaku di muka bumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Terlepas dari percaya atau tidak percaya kepada Tuhan, namun ada kekuatan energi yang sangat besar di alam semesta.  Energi ini mampu berevolusi menjadi apapun dan menjaga semua sistem yang ada di semesta dan galaksi baik yang sifatnya hidup dan tak hidup.  Energi ini adalah energi yang murni dengan kekuatan dahsyat yang mampu menciptakan dan juga menghancurkan segala bentuk wujud benda, energi, dan gelombang di semesta.


Jika bercerita tentang manusia dan konsep ketuhanan, maka tidak akan ada habisnya.  Manusia berevolusi dalam pemikirannya tentang konsep ketuhanan.  Ada yang dipertahankan dan banyak pula yang ditinggalkan.  Namun yang pasti adalah sebagian besar manusia di bumi saat ini percaya adanya Tuhan sebagai kekuatan terbesar di semesta yang menciptakan dirinya dan menjaganya, serta tempat berdoa, memohon dikabulkan segala permintaan.

Sebagai manusia ciptaan Tuhan, manusia adalah sebuah sistem hidup.  Sistem dengan sub sistem yang saling terhubung dan mempengaruhi dengan dahsyat dari tingkatan terendah hingga tingkatan terluhur. Sistem ini ada sejak manusia di lahirkan ke dunia.  Sistem ini tumbuh dan berkembang layaknya evolusi yang dahsyat karena tumbuh kembang manusia itu sendiri.  Sistem inilah yang membentuk manusia menjadi unik dan penuh keajaiban dalam menjalankan hidupnya. 

Sub sistem yang ada pada tubuh manusia adalah sistem fisika, kimia, biologi, matematika, psikologi, sosial, spriritualisme, dan Tuhan. Kedelapan sistem ini saling terkait dan mempengaruhi serta berdampak hebat antar satu sistem kepada sistem lainnya.  Setiap sub sistem ini memiliki anggota dari tingkatan terendah hingga tingkat tertinggi.  Semakin rendah tingkatannya, kekuatannya semakin hebat karena pada sistem terendah ini juga terdiri atas sistem-sistem lainnya.  Oleh karena itu jika terjadi kerusakan atau gangguan pada anggota dari delapan mega sistem ini di tingkatan terendah, maka dampak kerusakannya adalah hebat dan akan mempengaruhi sistem lainnya dengan dahsyat!


Tubuh sebagai sistem Fisika

Sistem fisika adalah sistem dengan sub sistem atom dengan sub anggotanya adalah proton, neutron, dan elektron.  Sistem ini sangat dahsyat dengan segala reaksi fisika yang terjadi baik di semesta dan tubuh manusia.  Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem yang ada layaknya bom atom.  Energi yang ada di mega sistem akan meledak dan hilang! Oleh karena itu manusia perlu menjaga keseimbangan di mega sistem fisika, dengan secara berhati-hati bertindak dengan penuh kasih sayang kepada tubuh menjaga segala aktivitas, asupan ke dalam tubuh, menjaga emosi, pola pikir, dan perilaku dimana tidak menyebabkan gangguan pada sistem fisika yang diukur dari parameter fisika seperti perubahan warna dari metabolite tubuh, suhu tubuh, energi atau kalor, perubahan wujud benda di dalam tubuh, dan segala reaksi fisika di tubuh.

Tubuhs sebagao sistem Kimia

Sistem kimia adalah sistem dengan sub sistem atom, molekul, senyawa, dan tingkatan wujud benda lainnya dalam konteks keilmuan kimia dengan segala reaksi kimia yang terjadi di dalamnya.  Sistem ini sangat dahsyat dengan segala reaksi kimia yang terjadi baik di tubuh dalam bentuk metabolisme.  Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem yang ada layaknya racun kimia ataupun segala reaksi kimia yang menghancurkan materi. Energi yang ada di mega sistem jika mengalami ketidakseimbangan akan hancur dan melebur layaknya senjata kimia! Oleh karena itu manusia perlu menjaga keseimbangan di mega sistem kimia, dengan secara berhati-hati bertindak dengan penuh kasih sayang kepada tubuh menjaga segala aktivitas, asupan ke dalam tubuh, menjaga emosi, pola pikir, dan perilaku dimana tidak menyebabkan gangguan pada sistem kimia yang diukur dari parameter hasil metabolisme dan reaksi kimia di tubuh.  Perubahan yang perlu diamati misalnya adalah perubahan warna dari metabolite tubuh, jenis molekul yang dikeluarkan oleh tubu, kalor sebagai bentuk hasil reaksi kimia tubuh, perubahan wujud benda di dalam tubuh, dan segala reaksi kimia di tubuh yang diukur oleh alat di laboratorium.


Tubuh sebagai sistem Biologi

Sistem Biologi adalah sistem dengan sub sistem sel, jaringan, organ, dan sistem organ dalam konteks keilmuan biologi dengan segala reaksi biologi dalam konteks interaksi mahluk hidup tingkat seluler hingga multiseluler yang terjadi di dalam tubuh manusia.  Sistem ini sangat dahsyat dengan segala reaksi biologi yang terjadi baik di tubuh dalam interkasi di dalam ekosistem tubuh manusia.  Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem kekacauan eksositem seperti kebakaran hutan, letusan gunung berapi dan katastropik pandemi seperti corona yang menghancurkan sebuah ekosistem yang komplek. Oleh karena itu manusia perlu menjaga keseimbangan di mega sistem biologi, dengan secara berhati-hati bertindak dengan penuh kasih sayang kepada tubuh menjaga segala aktivitas, asupan ke dalam tubuh, menjaga emosi, pola pikir, dan perilaku dimana tidak menyebabkan gangguan pada sistem biologi yang diukur dari parameter hasil biologi seperti metabolisme dan reaksi biologi di tubuh.  Perubahan yang perlu diamati misalnya adalah perubahan hasil dari metabolite tubuh, jenis mikrobiota dan mikroflora yang ada di tubuh, kalor sebagai bentuk hasil reaksi biologi dari sel, jaringan, dan organ dari tubuh, perubahan wujud benda di yang disekresikan tubuh, dan segala reaksi metabolisme dari perspektif biologi di tubuh yang diukur oleh alat di laboratorium.

Tubuh sebagai sistem Matematika

Sistem Matematika adalah sistem dengan besaran dan jumlah yang dibuat menjadi simbol angka dan simbol matematika dalam konteks keilmuan matematika dan terjadi dari segala reaksi di tubuh dengan besaran dari keilmuan Fisika, Biologi, dan Kimia.  Sistem ini sangat dahsyat dengan segala perhitungan dan fungsi Matematika yang terjadi baik di tubuh. Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem Matematika dari fungsi dan perhitungannya hingga menimbulkan nilai tak terhingga atau imaginer. Oleh karena itu manusia perlu menjaga keseimbangan di mega sistem Matematika, dengan secara berhati-hati bertindak dengan penuh kasih sayang kepada tubuh menjaga segala aktivitas, asupan ke dalam tubuh, menjaga emosi, pola pikir, dan perilaku dimana tidak menyebabkan gangguan pada sistem Matematematika yang diukur dari parameter hasil hasil reaksi Kimia, Fisika, dan Biologi yaitu metabolisme tubuh. Perubahan yang perlu diamati misalnya adalah hasil pengukuran berupa fungsi dan perhitungan matematika dari semua reaksi metabolisme tubuh dari perspektif keilmuan Fisika, Kimia, dan Biologi.

Tubuh sebagai sistem Psikologi

Sistem Psikologi adalah sistem ruh yang ada pada tubuh manusia.  Ruh yang ditiupkan oleh Tuhan kepada sistem Biologis. Sistem ini terdiri atas sub sistem pikiran, perasaan, dan perilaku.  Sistem ini sangat dahsyat dengan segala tata kelola dari pikiran, perasaan, dan perilaku dari individu yang mencapai puncaknya pada saat dewasa.  Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem Psikologi dalam bentuk gangguan kesehatan mental.  Pada usia anak terjadi masalah seperti gangguan neurodevelopmental seperti autisme dan anak hiperaktif dimana terjadi kekacauan hebat pada sistem Psikologi dalam tata kelola pikiran, perasaan, dan perilaku yang diakibatkan masalah pada pemerosesan informasi dari indera dan otak sebagai sistem luhur.  Oleh karena itu manusia perlu menjaga tata kelola pikiran, perasaan dan perilaku serta hubungan dengan manusia dan anggota semesta yang lain sehingga terjadi keseimbangan di mega sistem Psikologi.  Caranya adalah dengan secara berhati-hati bertindak dengan penuh kasih sayang kepada tubuh menjaga segala aktivitas di tubuh dengan berpegang kepada nilai dan norma dari segala aturan yang ada, khususnya yang disebutkan di dalam kitab-kitab agama.


Tubuh sebagai sistem Sosial

Sistem Sosial adalah sistem di mana melihat manusia sebagai individu dan anggota dari masyarakat yang menjalin relasi sosial kepada manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya fisik dan rohaninya.    Sistem ini sangat dahsyat dengan segala tata kelola norma sosial yang mencapai puncaknya pada saat dewasa.  Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem Sosial dari individu dimana tidak mampu bertindak normatif dan produktif. Gangguan sosial adalah amat dahsyat seperti gangguan psikopati dan kepribadia dari perspektif psikologi yang dapat mencelakai individu.  Oleh karena itu manusia perlu menjaga tata kelola diri sehingga mampu bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku di masyarakat sehingga dapat diterima baik karena berperilaku normatif dan produktif.

Tubuh sebagai sistem Spiritual

Sistem Spiritualisme adalah sistem di mana melihat manusia sebagai individu pribadi dengan nilai-nilai keagamaan yang percaya adanya kekuatan besar yaitu Tuhan.  Sistem ini mengatur bagaimana manusia beribadah, menjalin relasi sosial, berpikir, mengolah perasaan, dan perilaku agar dapat mendekatkan diri kepada Tuhan. Sistem ini menjaga sistem Psikologi atau ruh agar tetap sehat. Sistem ini adalah paripurna dari kesemua sistem yang saya jelaskan sebelumnya. Sistem ini akan membuat manusia adalah mahluk yang sempurna dan lebih hebat dari binatang.  Sistem ini yang akan menjadikan manusia menjadi khalifah di muka bumi, pemimpin dari semua mahluk yang ada di bumi.   Sistem ini sangat dahsyat dengan segala tata kelola nilai-nilai keagamaan yang mencapai puncaknya pada saat mencapai kedamaian atau mindfulness. Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem lainnya sebelumnya dimana individu tidak mampu bertindak normatif dan produktif. Gangguan Spiritualisme adalah amat dahsyat seperti karena dapat menyebabkan ketidakdamaian dalam hidup yang dapat mengganggu  sistem-sistem lainnya.  Sistem pertama yang terdampak adalah sistem sosial dan psikologi. Kemudian akan berdampak kepada sistem lainnya.  Oleh karena itu manusia perlu menjaga tata kelola diri sesuai kitab-kitab keagamaan yang ada di bumi saat ini, sehingga mampu bertindak sesuai norma dan aturan agama yang berlaku di masyarakat dan dapat diterima baik karena berperilaku normatif dan produktif.

Sistem Ketuhanan

Sistem Ketuhanan adalah sistem di mana melihat manusia sebagai ciptaan dari Tuhan.  Manusa tidak dapat bertindak dan berkehendak atas seizin dari Tuhan.   Sistem ini mengatur seluruh sistem yang ada pada tubuh manusia.  Sistem ini adalah puncak dari kesemua sistem yang ada pada tubuh manusia. Sistem ini yang menjadi kendali atas semua sistem yang ada pada tubuh manusia. Sistem ini sangat dahsyat karena sistem ini yang menentukan takdir manusia.  Salah satu bentuk takdir yang tidak dapat dihindari oleh manusia adalah sakit dan kematian.  Jika terjadi kekacauan pada sistem ini, maka dapat meruntuhkan sistem lainnya sebelumnya yaitu dalam bentuk kematian.

Penjelasan di atas adalah komprehensif tentang bagaimana megasistem yang ada di tubuh manusia.  Dalam mendiagnosa, mengobati, dan memperbaiki tubuh manusia adalah dengan melihat kedepalan sistem yang ada pada tubuh manusia ini.  Cara mengobati manusia adalah dengan melihat akar permasalahan pada sistem mana dan juga melihat dampak terbesar ada pada sistem yang mana.  Semua permasalahan pada tubuh manusia akan dapat terselesaikan!


Referensi


Tulisan ini dipublikasikan di 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Deteksi Dini Stres dan Depresi

Stres! Itulah yang sering diungkapkan saat pikiran kita kalut atau banyak permasalahan. Namun jika ditelaah lebih lanjut, stres tidak hanya bersifat psikis saja. Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Oleh karena itu, saat tubuh kita merasakan tekanan dari luar baik fisik, psikis, emosi maupun mental maka tubuh dapat memberikan respon. Secara umum pemicu stres atau stressor dapat didefinsikan sebagai segala tantangan yang muncul dari dalam atau luar yang mengganggu internal tubuh kita. Tubuh kita akan merespon stressor yang terlibat dalam berbagai mekanisme fisiologi yang dirancang untuk mengembalikan homeostasis. Homeostasis adalah suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang di alaminya. Baca juga:  VITAMIN B DAN DEPRESI Saat stres datang kesei...

Macet Jabodetabek atau Beban Kerja? Menguak Akar Lelah Mental Pekerja Urban

  Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Pernahkah Anda merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan dua jam dari Bekasi ke Sudirman, lalu sesampainya di meja kantor, Anda hanya menatap layar kosong selama 30 menit? Banyak dari kita menyalahkan kemacetan Jakarta yang legendaris sebagai biang keladi kelelahan ini. Namun, sebagai pemerhati neurosains yang sering menangani kasus kesehatan mental pekerja, saya ingin melemparkan sebuah pernyataan kontroversial: Macet Jabodetabek mungkin hanyalah kambing hitam yang nyaman untuk menyembunyikan kenyataan bahwa lingkungan kerja Anda sebenarnya sedang "merusak" fungsi otak Anda. Kita sering terjebak dalam mitos bahwa jika perjalanan komuter kita lebih singkat, kita akan lebih bahagia. Padahal, kelelahan yang Anda rasakan bukanlah sekadar "capek fisik" biasa, melainkan sinyal dari kondisi klinis yang jauh lebih serius. Baca artikel lainnya:  Burnout pada Generasi Z di Lingkungan Kerja Modern: Tinjauan Neurosains terhadap...

Stres dan Sistem Kekebalan Tubuh

Agus Syarifudin Partadiredja Tanuarga Saat ini stres menjadi permasalahan utama di perkotaan. Bahkan stres yang berujung kepada depresi menjadi permasalahan serius. Tingginya rutinitas pekerjaan, beban tugas sekolah dan perkuliahan serta komplesitas masalah di perkotaan mendorong berbagai hal menjadi pemicu stres. Jika tidak ditangani dengan baik, maka stres yang berkepanjangan akan mengarah kepada depresi dan gangguan mood. Namun temuan ilmiah terakhir stres juga berkaitan erat dengan fisiologis tubuh dimana dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh atau immune system. Hal ini tidak tertutup kemungkinan menyebabkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Padahal seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh. Banyak ditemukan bahwa penyakit autoimun sepert Lupus, sarkoidosis, vitiligo, hipotiroidisme dimana salah satu pemi...